Dalam rencana kerja strategis Departemen Perindustrian 2010-2014, pemerintah menargetkan tidak ada satupun pertumbuhan minus di semua cabang sektor industri manufaktur. Bahkan sektor-sektor yang menjadi langganan tumbuh minus seperti sektor industri barang kayu dan hasil hutan ditargetkan tumbuh positif selama 5 tahun ke depan. Pada tahun 2009 ini pertumbuhan industri dipatok hanya 1,84%, setidaknya ada 5 cabang industri yang megalami minus yaitu industrik tekstil, barang kulit dan alas kaki -0,76%; industri barang kayu dan hasil hutan sebesar -1,98%; semen dan barang galian bukan logam tumbuh -2,88%; logam dasar, besi dan baja paling terparah yaitu -7,19% dan industri alat angkut, mesin dan peralatan -5,35%. Sesuai dengan membaiknya krisis global, pemerintah menargetkan mulai tahun 2010-2014 sektor industri mengalami pertumbuhan rata-rata 6,79% di antaranya 4,65% pada 2010, 6,1% pada 2011, 6,75% pada 2012, 7,47% pada 2013, dan 8,95% di 2014.












