<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Radio Antares FM Garut &#187; Berita</title>
	<atom:link href="http://www.antaresfm.com/category/berita/feed/podcast?webuserid=91d445c6e77ca6affaa099cbfd34dc3c" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.antaresfm.com</link>
	<description>Bandung Inspiring Sounds</description>
	<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 04:26:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Sekadar sebuah weblog WordPress lainnya</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://radio.zamrud10.com/blog/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://radio.zamrud10.com/blog/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Radio Antares FM Garut</title>
			<link>http://www.antaresfm.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Massa GMBI Datangi Kejari PN Garut</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/massa-gmbi-datangi-kejari-pn-garut/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/massa-gmbi-datangi-kejari-pn-garut/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 11:36:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum dan Ham]]></category>

		<category><![CDATA[Politik dan Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/massa-gmbi-datangi-kejari-pn-garut/</guid>
		<description><![CDATA[Ratusan massa LSM GMBI dari berbagai daerah di Jawa Barat, menggelar aksi demo ke gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dan Pengadilan Negeri (PN) Garut, Selasa (18/05) pagi. Dalam aksinya, para pendemo menuntut penegakkan hukum untuk segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Garut. Mereka juga menuntut Bupati Garut Aceng HM Fikri untuk segera mundur dari jabatannya, karena dinilai kondisi Garut di bawah kepemimpinannya berjalan stagnan alias mati segan hidup pun tak mau.
Dalam sistem tatakelola pemerintahan, hal tersebut merupakan catatan hitam bagi Kepala Daerah dari jalur independent yang tidak mampu ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ratusan massa LSM GMBI dari berbagai daerah di Jawa Barat, menggelar aksi demo ke gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dan Pengadilan Negeri (PN) Garut, Selasa (18/05) pagi. Dalam aksinya, para pendemo menuntut penegakkan hukum untuk segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Garut. Mereka juga menuntut Bupati Garut Aceng HM Fikri untuk segera mundur dari jabatannya, karena dinilai kondisi Garut di bawah kepemimpinannya berjalan stagnan alias mati segan hidup pun tak mau.<br />
Dalam sistem tatakelola pemerintahan, hal tersebut merupakan catatan hitam bagi Kepala Daerah dari jalur independent yang tidak mampu menjawab tantangan dalam setiap bentuk dan sendi kehidupan masyarakat, yang berujung dengan ditolaknya LKPj Bupati oleh hampir semua fraksi di DPRD Kabupaten Garut.</p>
<p>Selain itu, GMBI mendesak legislatif untuk lebih mempertajam pengawasan serta menggunakan hak-hak sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.<br />
Sementara itu, di Pengadilan Negeri Garut, pada waktu yang bersamaan digelar sidang pertama untuk kasus perbuatan tidak menyenangkan dengan terdakwa Ganda Permana, yang adalah ketua GMBI distrik Garut, yang dilaporkan oleh anggota KPU Garut Mustofa. Namun sidang hanya berlangsung selama sekitar lima menit dan ditunda samapai selasa (25/05) mendatang, untuk memberikan kesempatan penasehat Hukum terdakwa untuk melakukan Eksepsi.</p>
<p>Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Eko, yang juga Sekjen GMBI Pusat, menyatakan adanya ketimpangan dalam penegakkan hukum tersebut, karena menurutnya, si Pelapor juga melakukan perbuatan yang sama, bahkan dinilainya lebih gila, tapi tidak diproses.</p>
<p>Ketua GMBI distrik Garut, Ganda Permana menegaskan bahwa dirinya tidak gentar sedikitpun menghadapi persidangan tersebut, demi sebuah kebenaran dan penegakan keadilan di Kabupaten Garut.<br />
<strong><em>(Jay Wijaya)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fmassa-gmbi-datangi-kejari-pn-garut%2F&amp;linkname=Massa%20GMBI%20Datangi%20Kejari%20PN%20Garut"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/massa-gmbi-datangi-kejari-pn-garut/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1526/0/kg-2010051819-massa-gmbi-se-jabar-datangi-kejari-dan-pengadilan-negeri-garut.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Ratusan massa LSM GMBI dari berbagai daerah di Jawa Barat, menggelar aksi demo ke gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dan Pengadilan Negeri (PN) Garut, Selasa ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Ratusan massa LSM GMBI dari berbagai daerah di Jawa Barat, menggelar aksi demo ke gedung Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut dan Pengadilan Negeri (PN) Garut, Selasa (18/05) pagi. Dalam aksinya, para pendemo menuntut penegakkan hukum untuk segera menuntaskan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kabupaten Garut. Mereka juga menuntut Bupati Garut Aceng HM Fikri untuk segera mundur dari jabatannya, karena dinilai kondisi Garut di bawah kepemimpinannya berjalan stagnan alias mati segan hidup pun tak mau. 
Dalam sistem tatakelola pemerintahan, hal tersebut merupakan catatan hitam bagi Kepala Daerah dari jalur independent yang tidak mampu menjawab tantangan dalam setiap bentuk dan sendi kehidupan masyarakat, yang berujung dengan ditolaknya LKPj Bupati oleh hampir semua fraksi di DPRD Kabupaten Garut.

Selain itu, GMBI mendesak legislatif untuk lebih mempertajam pengawasan serta menggunakan hak-hak sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sementara itu, di Pengadilan Negeri Garut, pada waktu yang bersamaan digelar sidang pertama untuk kasus perbuatan tidak menyenangkan dengan terdakwa Ganda Permana, yang adalah ketua GMBI distrik Garut, yang dilaporkan oleh anggota KPU Garut Mustofa. Namun sidang hanya berlangsung selama sekitar lima menit dan ditunda samapai selasa (25/05) mendatang, untuk memberikan kesempatan penasehat Hukum terdakwa untuk melakukan Eksepsi.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa, Eko, yang juga Sekjen GMBI Pusat, menyatakan adanya ketimpangan dalam penegakkan hukum tersebut, karena menurutnya, si Pelapor juga melakukan perbuatan yang sama, bahkan dinilainya lebih gila, tapi tidak diproses.

Ketua GMBI distrik Garut, Ganda Permana menegaskan bahwa dirinya tidak gentar sedikitpun menghadapi persidangan tersebut, demi sebuah kebenaran dan penegakan keadilan di Kabupaten Garut.
(Jay Wijaya)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita,,Hukum,dan,Ham,,Politik,dan,Peristiwa</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Mantan Kasi Anggaran BPKD Dituntut 5 Tahun Penjara</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/mantan-kasi-anggaran-bpkd-dituntut-5-tahun-penjara/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/mantan-kasi-anggaran-bpkd-dituntut-5-tahun-penjara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 08:16:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Hukum dan Ham]]></category>

		<category><![CDATA[Politik dan Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/mantan-kasi-anggaran-bpkd-dituntut-5-tahun-penjara/</guid>
		<description><![CDATA[Mantan Kasie Anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Garut, Anton Herianto, terdakwa kasus korupsi Dana Makan Minum Setda Garut tahun 2007 lalu sebesar Rp. 4,8 milyar, dituntut lima tahun penjara.
Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dikdik Karyansyah SH, di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Mahendra SH MH, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Garut, Senin (17/05) kemarin.
JPU Dikdik menyatakaan terdakwa Anton secara sah dan menyakinkan, telah melakukan tindak pidana korupsi untuk memperkaya diri sendiri, dan menyuruh orang lain untuk menggelapkan uang negara. Hal ini, dikatakannya, telah melanggar ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mantan Kasie Anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Garut, Anton Herianto, terdakwa kasus korupsi Dana Makan Minum Setda Garut tahun 2007 lalu sebesar Rp. 4,8 milyar, dituntut lima tahun penjara.<br />
Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dikdik Karyansyah SH, di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Mahendra SH MH, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Garut, Senin (17/05) kemarin.</p>
<p>JPU Dikdik menyatakaan terdakwa Anton secara sah dan menyakinkan, telah melakukan tindak pidana korupsi untuk memperkaya diri sendiri, dan menyuruh orang lain untuk menggelapkan uang negara. Hal ini, dikatakannya, telah melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Korupsi. Selain tuntutan pidana penjara JPU juga menuntut terdakwa Anton untuk membayar denda sebesar Rp.200 juta atau subsider kurungan penjara selama 3 bulan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp.150 juta.</p>
<p>Selama satu semester pertama tahun 2007, menurut JPU, tercatat 105 surat perintah pencairan fiktif dengan nilai kerugian Negara mencapai Rp. 4,5 Milyar. JPU Dikdik memaparkan, terdakwa Anton telah menyuruh orang lain untuk kepentingan pribadinya seperti pembelian Mobil X-trail senilai Rp.357 juta, pembayaran telepon seluler serta biaya pengobatan lainnya dengan menggunakan surat perintah pencairan fiktif kepada bawahannya.</p>
<p>Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Yusef SH, menyatakan keberatan dan akan melakukan pembelaan terdakwa dengan meminta waktu kepada majelis hakim selama dua minggu.</p>
<p>Kasus korupsi dana makan minum senilai Rp.4,8 Milyar ini sebelumnya telah menyeret empat pejabat teras pemkab Garut, seperti mantan Sekda Garut Ahmad Mutaqien, mantan Asda lll Kuparman, mantan bendahara BPKD Erlan Rivan, serta Kabid Anggaran Yaya Zakaria, yang telah di vonis majelis hakim selama 4 tahun 6 bulan penjara.<br />
<strong><em>(Yus Farhan Maulana)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fmantan-kasi-anggaran-bpkd-dituntut-5-tahun-penjara%2F&amp;linkname=Mantan%20Kasi%20Anggaran%20BPKD%20Dituntut%205%20Tahun%20Penjara"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/mantan-kasi-anggaran-bpkd-dituntut-5-tahun-penjara/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1524/0/kg-2010051819-mantan-kasi-anggaran-bpkd-garut-anton-heryanto-dituntut-5-tahun-penjara.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Mantan Kasie Anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Garut, Anton Herianto, terdakwa kasus korupsi Dana Makan Minum Setda Garut tahun 2007 lalu sebesar Rp. ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Mantan Kasie Anggaran di Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Garut, Anton Herianto, terdakwa kasus korupsi Dana Makan Minum Setda Garut tahun 2007 lalu sebesar Rp. 4,8 milyar, dituntut lima tahun penjara.
Tuntutan tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dikdik Karyansyah SH, di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Mahendra SH MH, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Garut, Senin (17/05) kemarin.

JPU Dikdik menyatakaan terdakwa Anton secara sah dan menyakinkan, telah melakukan tindak pidana korupsi untuk memperkaya diri sendiri, dan menyuruh orang lain untuk menggelapkan uang negara. Hal ini, dikatakannya, telah melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Korupsi. Selain tuntutan pidana penjara JPU juga menuntut terdakwa Anton untuk membayar denda sebesar Rp.200 juta atau subsider kurungan penjara selama 3 bulan, serta membayar uang pengganti sebesar Rp.150 juta.

Selama satu semester pertama tahun 2007, menurut JPU, tercatat 105 surat perintah pencairan fiktif dengan nilai kerugian Negara mencapai Rp. 4,5 Milyar. JPU Dikdik memaparkan, terdakwa Anton telah menyuruh orang lain untuk kepentingan pribadinya seperti pembelian Mobil X-trail senilai Rp.357 juta, pembayaran telepon seluler serta biaya pengobatan lainnya dengan menggunakan surat perintah pencairan fiktif kepada bawahannya.

Atas tuntutan jaksa tersebut, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Yusef SH, menyatakan keberatan dan akan melakukan pembelaan terdakwa dengan meminta waktu kepada majelis hakim selama dua minggu.

Kasus korupsi dana makan minum senilai Rp.4,8 Milyar ini sebelumnya telah menyeret empat pejabat teras pemkab Garut, seperti mantan Sekda Garut Ahmad Mutaqien, mantan Asda lll Kuparman, mantan bendahara BPKD Erlan Rivan, serta Kabid Anggaran Yaya Zakaria, yang telah di vonis majelis hakim selama 4 tahun 6 bulan penjara. 
(Yus Farhan Maulana)
</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita,,Hukum,dan,Ham,,Politik,dan,Peristiwa</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Bupati Meminta Lembaga Perbankan Memihak Ekonomi Kerakyatan</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/bupati-meminta-lembaga-perbankan-memihak-ekonomi-kerakyatan/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/bupati-meminta-lembaga-perbankan-memihak-ekonomi-kerakyatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 08:16:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>

		<category><![CDATA[Layanan Publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/bupati-meminta-lembaga-perbankan-memihak-ekonomi-kerakyatan/</guid>
		<description><![CDATA[Bupati Garut, Aceng H.M. Fikri, meminta lembaga perbankan terus meningkatkan keberpihakannya kepada ekonomi kerakyatan. Dikatakanya, di kabupaten Garut terdapat lebih dari 22 ribu usaha kecil menengah (UKM), namun dalam kenyataannya, hanya 900-an yang telah memiliki legalitas perizinan. Hal ini ditegaskan Asda ll Setda Garut, Budiman, mewakili Bupati Garut saat meresmikan Kantor Kas BRI KPP Pratama di Jl. Pembangunan Garut.
Menurutnya, semakin sengitnya persaingan antar lembaga perbankan, mengisyaratkan terjadinya kemudahan jasa layanan perbankan kepada masyarakat. Dengan dibukanya Kantor Kas BRI KPP Pratama ini, diharapkan bisa menambah sumber pembiayaan.
Namun demikian, agar pelaksanaan jasa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bupati Garut, Aceng H.M. Fikri, meminta lembaga perbankan terus meningkatkan keberpihakannya kepada ekonomi kerakyatan. Dikatakanya, di kabupaten Garut terdapat lebih dari 22 ribu usaha kecil menengah (UKM), namun dalam kenyataannya, hanya 900-an yang telah memiliki legalitas perizinan. Hal ini ditegaskan Asda ll Setda Garut, Budiman, mewakili Bupati Garut saat meresmikan Kantor Kas BRI KPP Pratama di Jl. Pembangunan Garut.</p>
<p>Menurutnya, semakin sengitnya persaingan antar lembaga perbankan, mengisyaratkan terjadinya kemudahan jasa layanan perbankan kepada masyarakat. Dengan dibukanya Kantor Kas BRI KPP Pratama ini, diharapkan bisa menambah sumber pembiayaan.<br />
Namun demikian, agar pelaksanaan jasa layanan perbankan bisa bersaing dengan sehat dan fair, diingatkannya agar dapat membangun sinergitas dengan institusi resmi lainnya, termasuk pro aktip menyalurkan dana kredit usaha rakyat (KUR) bagi masyarakat.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BRI Cabang Kabupaten Garut, Suparmin mengatakan, selain di daerahnya terdapat Kantor Cabang, BRI juga memiliki dua kantor cabang pembantu, 30 BRI unit, dua teras BRI serta jasa layanan ATM bersama. Menurutnya, BRI memiliki aset terbesar kedua setelah Bank Mandiri, bahkan BRI bisa mempertahankan laba tertinggi perbankan di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut, dengan jaringan unit kerja paling luas di Indonesia.<br />
<strong><em>(Yus Farhan Maulana)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fbupati-meminta-lembaga-perbankan-memihak-ekonomi-kerakyatan%2F&amp;linkname=Bupati%20Meminta%20Lembaga%20Perbankan%20Memihak%20Ekonomi%20Kerakyatan"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/bupati-meminta-lembaga-perbankan-memihak-ekonomi-kerakyatan/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1522/0/kg-2010051819-bupati-garut-meminta-lembaga-perbankan-lebih-memihak-ekonomi-kerakyatan.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Bupati Garut, Aceng H.M. Fikri, meminta lembaga perbankan terus meningkatkan keberpihakannya kepada ekonomi kerakyatan. Dikatakanya, di kabupaten Garut terdapat lebih dari 22 ribu usaha kecil ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Bupati Garut, Aceng H.M. Fikri, meminta lembaga perbankan terus meningkatkan keberpihakannya kepada ekonomi kerakyatan. Dikatakanya, di kabupaten Garut terdapat lebih dari 22 ribu usaha kecil menengah (UKM), namun dalam kenyataannya, hanya 900-an yang telah memiliki legalitas perizinan. Hal ini ditegaskan Asda ll Setda Garut, Budiman, mewakili Bupati Garut saat meresmikan Kantor Kas BRI KPP Pratama di Jl. Pembangunan Garut.

Menurutnya, semakin sengitnya persaingan antar lembaga perbankan, mengisyaratkan terjadinya kemudahan jasa layanan perbankan kepada masyarakat. Dengan dibukanya Kantor Kas BRI KPP Pratama ini, diharapkan bisa menambah sumber pembiayaan.
Namun demikian, agar pelaksanaan jasa layanan perbankan bisa bersaing dengan sehat dan fair, diingatkannya agar dapat membangun sinergitas dengan institusi resmi lainnya, termasuk pro aktip menyalurkan dana kredit usaha rakyat (KUR) bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala BRI Cabang Kabupaten Garut, Suparmin mengatakan, selain di daerahnya terdapat Kantor Cabang, BRI juga memiliki dua kantor cabang pembantu, 30 BRI unit, dua teras BRI serta jasa layanan ATM bersama. Menurutnya, BRI memiliki aset terbesar kedua setelah Bank Mandiri, bahkan BRI bisa mempertahankan laba tertinggi perbankan di Indonesia selama tiga tahun berturut-turut, dengan jaringan unit kerja paling luas di Indonesia.
(Yus Farhan Maulana)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita,,Ekonomi,dan,Bisnis,,Layanan,Publik</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Sensus Penduduk 2010 Versus Cuaca Ekstrim</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-versus-cuaca-ekstrim/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-versus-cuaca-ekstrim/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 08:16:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Layanan Publik]]></category>

		<category><![CDATA[Sosial dan Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-versus-cuaca-ekstrim/</guid>
		<description><![CDATA[Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 di Kabupaten Garut terkendala oleh cuaca yang tidak menentu, terutama hujan yang intensitasnya masih tinggi, sehingga data hasil sensus baru mencapai sekitar 20 persen. Padahal pelaksanaanya sudah lebih dari dua pekan. Demikian diungkapkan Kasi Sensus Sosial Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut, Dani Hafidin.
Selain masalah cuaca, petugas pencacah juga kesulitan memperoleh data karena objek sasaran tidak berada di rumah, terutama pada pagi hingga siang hari, terlebih di perkotaan. Namun demikian, Dani berharap, pada akhir pendataan yaitu 31 Mei 2010, semuanya sudah selesai.
Sementara itu hasil pendataan terhadap para ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 di Kabupaten Garut terkendala oleh cuaca yang tidak menentu, terutama hujan yang intensitasnya masih tinggi, sehingga data hasil sensus baru mencapai sekitar 20 persen. Padahal pelaksanaanya sudah lebih dari dua pekan. Demikian diungkapkan Kasi Sensus Sosial Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut, Dani Hafidin.</p>
<p>Selain masalah cuaca, petugas pencacah juga kesulitan memperoleh data karena objek sasaran tidak berada di rumah, terutama pada pagi hingga siang hari, terlebih di perkotaan. Namun demikian, Dani berharap, pada akhir pendataan yaitu 31 Mei 2010, semuanya sudah selesai.</p>
<p>Sementara itu hasil pendataan terhadap para gelandangan, pengemis dan orang gila yang dilaksanakan Sabtu (15/05) malam hingga Minggu (16/05) pagi, menurut Dani, petugas hanya berhasil mendata sekitar 49 jiwa. Padahal tahun sebelumnya mencapai lebih dari 400 jiwa.<br />
Dari ke-49 gepeng dan orang gila dari 4 kecamatan yang meliputi 16 desa itu, 36 diantaranya pria dan 13 orang wanita. sedangkan orang gila hanya ditemukan 6 orang.</p>
<p>Selain itu menurut Dani, untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan dokumen pendataan, panitia menyediakan sekitar 700 lembar dokumen cadangan, atau sekitar 20 persen dari 730.000 lembar dokumen utama.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fsensus-penduduk-2010-versus-cuaca-ekstrim%2F&amp;linkname=Sensus%20Penduduk%202010%20Versus%20Cuaca%20Ekstrim"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-versus-cuaca-ekstrim/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1520/0/kg-2010051718-sensus-penduduk-2010-di-garut-terkendala-cuaca.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 di Kabupaten Garut terkendala oleh cuaca yang tidak menentu, terutama hujan yang intensitasnya masih tinggi, sehingga data hasil sensus baru mencapai ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Pelaksanaan Sensus Penduduk 2010 di Kabupaten Garut terkendala oleh cuaca yang tidak menentu, terutama hujan yang intensitasnya masih tinggi, sehingga data hasil sensus baru mencapai sekitar 20 persen. Padahal pelaksanaanya sudah lebih dari dua pekan. Demikian diungkapkan Kasi Sensus Sosial Badan Pusat Statistik Kabupaten Garut, Dani Hafidin.

Selain masalah cuaca, petugas pencacah juga kesulitan memperoleh data karena objek sasaran tidak berada di rumah, terutama pada pagi hingga siang hari, terlebih di perkotaan. Namun demikian, Dani berharap, pada akhir pendataan yaitu 31 Mei 2010, semuanya sudah selesai.

Sementara itu hasil pendataan terhadap para gelandangan, pengemis dan orang gila yang dilaksanakan Sabtu (15/05) malam hingga Minggu (16/05) pagi, menurut Dani, petugas hanya berhasil mendata sekitar 49 jiwa. Padahal tahun sebelumnya mencapai lebih dari 400 jiwa. 
Dari ke-49 gepeng dan orang gila dari 4 kecamatan yang meliputi 16 desa itu, 36 diantaranya pria dan 13 orang wanita. sedangkan orang gila hanya ditemukan 6 orang.

Selain itu menurut Dani, untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan dokumen pendataan, panitia menyediakan sekitar 700 lembar dokumen cadangan, atau sekitar 20 persen dari 730.000 lembar dokumen utama.</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita,,Layanan,Publik,,Sosial,dan,Budaya</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Ratusan Rumah di Garut Terendam Banjir dan Lumpur</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/ratusan-rumah-di-garut-terendam-banjir-dan-lumpur/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/ratusan-rumah-di-garut-terendam-banjir-dan-lumpur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 08:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/ratusan-rumah-di-garut-terendam-banjir-dan-lumpur/</guid>
		<description><![CDATA[Hujan yang mengguyur di beberapa wilayah di Garut sejak Sabtu (15/05) malam hingga Minggu (16/05) dini hari mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir disertai lumpur, bahkan, beberapa diantaranya nyaris roboh.
Dari Pantauan Kabar Garut, banjir yang merendam rumah penduduk terjadi di desa Wanakerta Kecamatan Cibatu akibat meluapnya sungai Cileuncang Sabtu (15/05) malam lalu. Tidak hanya rumah penduduk, puluhan hektar sawah pun terendam dan  mengakibatkan gagal panen. Sementara, banjir disertai lumpur juga terjadi di Jalan Gagak Lumayung Kecamatan Garut Kota. Puluhan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 centi meter. Meski ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hujan yang mengguyur di beberapa wilayah di Garut sejak Sabtu (15/05) malam hingga Minggu (16/05) dini hari mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir disertai lumpur, bahkan, beberapa diantaranya nyaris roboh.<br />
Dari Pantauan Kabar Garut, banjir yang merendam rumah penduduk terjadi di desa Wanakerta Kecamatan Cibatu akibat meluapnya sungai Cileuncang Sabtu (15/05) malam lalu. Tidak hanya rumah penduduk, puluhan hektar sawah pun terendam dan  mengakibatkan gagal panen. Sementara, banjir disertai lumpur juga terjadi di Jalan Gagak Lumayung Kecamatan Garut Kota. Puluhan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 centi meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, akibat banjir lumpur ini, kerugian material dirasakan warga masyarakat sekitar.</p>
<p>Ditempat terpisah, warga kampung Ciroyom Kecamatan Samarang Kabupaten Garut,  sejak Minggu (16/05) dini hari hingga Senin (17/05) pagi, masih sibuk membersihkan rumah dan halaman masing-masing dari endapan lumpur dan batu, pasca banjir yang melanda daerahnya. Kedua jenis material yang dibawa arus air terrsebut, menurut warga setempat Usman Suhanda, sejak Sabtu (15/05) berserakan di kawasan perumahan. Puluhan rumah penduduk terkena langsung dampak gerusan luapan banjir yang bersumber dari genangan saluran air termasuk sungai di sekitarnya.<br />
Puluhan warga juga sigap menyiapkan karung plastik berisi pasir untuk menyekat setiap celah yang bisa dilanda luapan air bah dari aliran sungai dan kanal maupun parit di sekitarnya. </p>
<p>Sementara itu, pihak Satlak Bencana Pemkab Garut, menurut Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, masih melakukan inventarisasi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan setempat, menyusul banjir dan longsor juga terjadi di wilayah desa serta kecamatan lain.</p>
<p>Banjir lumpur juga dialami warga di dua desa di Kecamatan Tarogong Kidul. Sekurangnya 75 rumah warga dan jalan lintas Desa Sukawangi-Desa Panjiwangi, terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter. Keterangan yang berhasil dihimpun Kabar Garut, sejak sabtu malam lalu terdapat sejumlah rumah di lokasi lain yang terendam seperti di Kampung Taman, sebuah rumah beserta seluruh isinya terendam banjir dan pasir dengan ketinggian mencapai 1,2 meter.<br />
Sedangkan dua rumah lainnya saat ini nyaris rubuh, di wilayah kecamatan Tarogong Kaler yang selama ini sering dilanda banjir pasir dari longsoran tebing anak gunung api Guntur. </p>
<p>Pihak Dinas Tenaga Kerja sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) telah menyalurkan pasokan bahan makanan bagi korban banjir di wilayah tersebut. Menurut Hj. Elka Nurhakimah kerap terjadinya bencana banjir lumpur di Kecamatan Tarogong Kaler tersebut akibat masih belum dibangunnya tanggul penampung dan penahan lahar dingin oleh pihak SDAP Garut. Selama ini, tanggul yang tersedia seluruhnya nyaris penuh dengan endapan pasir dari longsoran lereng gunung. Sehingga sejak semalam ratusan warga yang rumahnya terendam banjir dan pasir berkondisi sangat memprihatinkan, mereka panik berlarian mencari lokasi pengungsian.</p>
<p>Sementara dalam pantauan Kabar garut, akibat banjir diserta lumpur serta pasir di desa Panjiwangi diperparah lagi dengan kondisi ruas jalan desa yang melintasinya, yang kini tak bisa lagi dilewati beragam jenis kendaraan akibat amblas serta rusak berat. Hingga berita ini diturunkan, warga masyarakat masih berharap pihak SDAP maupun Dispertacip untuk segera membangun tanggul penahan lahar dingin pasca banjir minggu dini hari.<br />
<strong><em>(Yus Farhan Maulana)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fratusan-rumah-di-garut-terendam-banjir-dan-lumpur%2F&amp;linkname=Ratusan%20Rumah%20di%20Garut%20Terendam%20Banjir%20dan%20Lumpur"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/ratusan-rumah-di-garut-terendam-banjir-dan-lumpur/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1518/0/kg-2010051718-ratusan-rumah-di-beberapa-wilayah-di-garut-terendam-banjir-dan-lumpur.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Hujan yang mengguyur di beberapa wilayah di Garut sejak Sabtu (15/05) malam hingga Minggu (16/05) dini hari mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir disertai lumpur, bahkan, ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Hujan yang mengguyur di beberapa wilayah di Garut sejak Sabtu (15/05) malam hingga Minggu (16/05) dini hari mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir disertai lumpur, bahkan, beberapa diantaranya nyaris roboh.
Dari Pantauan Kabar Garut, banjir yang merendam rumah penduduk terjadi di desa Wanakerta Kecamatan Cibatu akibat meluapnya sungai Cileuncang Sabtu (15/05) malam lalu. Tidak hanya rumah penduduk, puluhan hektar sawah pun terendam dan  mengakibatkan gagal panen. Sementara, banjir disertai lumpur juga terjadi di Jalan Gagak Lumayung Kecamatan Garut Kota. Puluhan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 centi meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, akibat banjir lumpur ini, kerugian material dirasakan warga masyarakat sekitar.

Ditempat terpisah, warga kampung Ciroyom Kecamatan Samarang Kabupaten Garut,  sejak Minggu (16/05) dini hari hingga Senin (17/05) pagi, masih sibuk membersihkan rumah dan halaman masing-masing dari endapan lumpur dan batu, pasca banjir yang melanda daerahnya. Kedua jenis material yang dibawa arus air terrsebut, menurut warga setempat Usman Suhanda, sejak Sabtu (15/05) berserakan di kawasan perumahan. Puluhan rumah penduduk terkena langsung dampak gerusan luapan banjir yang bersumber dari genangan saluran air termasuk sungai di sekitarnya.
Puluhan warga juga sigap menyiapkan karung plastik berisi pasir untuk menyekat setiap celah yang bisa dilanda luapan air bah dari aliran sungai dan kanal maupun parit di sekitarnya. 

Sementara itu, pihak Satlak Bencana Pemkab Garut, menurut Kepala Bagian Informatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya, masih melakukan inventarisasi di lapangan sekaligus berkoordinasi dengan pemerintahan kecamatan setempat, menyusul banjir dan longsor juga terjadi di wilayah desa serta kecamatan lain.

Banjir lumpur juga dialami warga di dua desa di Kecamatan Tarogong Kidul. Sekurangnya 75 rumah warga dan jalan lintas Desa Sukawangi-Desa Panjiwangi, terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter. Keterangan yang berhasil dihimpun Kabar Garut, sejak sabtu malam lalu terdapat sejumlah rumah di lokasi lain yang terendam seperti di Kampung Taman, sebuah rumah beserta seluruh isinya terendam banjir dan pasir dengan ketinggian mencapai 1,2 meter.
Sedangkan dua rumah lainnya saat ini nyaris rubuh, di wilayah kecamatan Tarogong Kaler yang selama ini sering dilanda banjir pasir dari longsoran tebing anak gunung api Guntur. 

Pihak Dinas Tenaga Kerja sosial dan Transmigrasi (Disnakersostrans) telah menyalurkan pasokan bahan makanan bagi korban banjir di wilayah tersebut. Menurut Hj. Elka Nurhakimah kerap terjadinya bencana banjir lumpur di Kecamatan Tarogong Kaler tersebut akibat masih belum dibangunnya tanggul penampung dan penahan lahar dingin oleh pihak SDAP Garut. Selama ini, tanggul yang tersedia seluruhnya nyaris penuh dengan endapan pasir dari longsoran lereng gunung. Sehingga sejak semalam ratusan warga yang rumahnya terendam banjir dan pasir berkondisi sangat memprihatinkan, mereka panik berlarian mencari lokasi pengungsian.
 
Sementara dalam pantauan Kabar garut, akibat banjir diserta lumpur serta pasir di desa Panjiwangi diperparah lagi dengan kondisi ruas jalan desa yang melintasinya, yang kini tak bisa lagi dilewati beragam jenis kendaraan akibat amblas serta rusak berat. Hingga berita ini diturunkan, warga masyarakat masih berharap pihak SDAP maupun Dispertacip untuk segera membangun tanggul penahan lahar dingin pasca banjir minggu dini hari.
(Yus Farhan Maulana)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Ijazah SMP dan SMA akan ditandatangani Kadisdik</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/ijazah-smp-dan-sma-akan-ditandatangani-kadisdik/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/ijazah-smp-dan-sma-akan-ditandatangani-kadisdik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Layanan Publik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/ijazah-smp-dan-sma-akan-ditandatangani-kadisdik/</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 496 pelajar SMP dan MTs, mengikuti Ujian Nasional Susulan di Lima Rayon di Kabupaten Garut dari tanggal 17 - 20 Mei 2010. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Komar Mari Yuana, MM, MPd., dari jumlah tersebut 285 siswa merupakan pelajar SMP dan 191 siswa MTs.
Sementara itu terkait kekosongan Kepala Sekolah di lebih dari 100 SD yang tersebar di Kabupaten Garut, maka untuk penandatanganan Ijazah di sekolah-sekolah tersebut, menurut Komar bisa dilakukan oleh PLt Kepala Sekolah. Sedangkan untuk Ijazah SMP dan SMA sederajat, menurutnya penandatanganan akan dilakukan langsung oleh ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 496 pelajar SMP dan MTs, mengikuti Ujian Nasional Susulan di Lima Rayon di Kabupaten Garut dari tanggal 17 - 20 Mei 2010. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Komar Mari Yuana, MM, MPd., dari jumlah tersebut 285 siswa merupakan pelajar SMP dan 191 siswa MTs.</p>
<p>Sementara itu terkait kekosongan Kepala Sekolah di lebih dari 100 SD yang tersebar di Kabupaten Garut, maka untuk penandatanganan Ijazah di sekolah-sekolah tersebut, menurut Komar bisa dilakukan oleh PLt Kepala Sekolah. Sedangkan untuk Ijazah SMP dan SMA sederajat, menurutnya penandatanganan akan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas atau  pejabat setingkat Kepala Bidang yang ditunjuk oleh Kepala Dinas. </p>
<p>Namun demikian, Komar berharap ada pelantikan kepala sekolah sebelum pembagian ijazah yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2010 mendatang.<br />
<strong><em>(Jay Wijaya)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fijazah-smp-dan-sma-akan-ditandatangani-kadisdik%2F&amp;linkname=Ijazah%20SMP%20dan%20SMA%20akan%20ditandatangani%20Kadisdik"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/ijazah-smp-dan-sma-akan-ditandatangani-kadisdik/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1516/0/kg-2010051718-penandatangan-ijazah-smp-sma-di-garut-oleh-kepala-dinas-pendididkan.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Sebanyak 496 pelajar SMP dan MTs, mengikuti Ujian Nasional Susulan di Lima Rayon di Kabupaten Garut dari tanggal 17 - 20 Mei 2010. Menurut Kepala ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Sebanyak 496 pelajar SMP dan MTs, mengikuti Ujian Nasional Susulan di Lima Rayon di Kabupaten Garut dari tanggal 17 - 20 Mei 2010. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Komar Mari Yuana, MM, MPd., dari jumlah tersebut 285 siswa merupakan pelajar SMP dan 191 siswa MTs.

Sementara itu terkait kekosongan Kepala Sekolah di lebih dari 100 SD yang tersebar di Kabupaten Garut, maka untuk penandatanganan Ijazah di sekolah-sekolah tersebut, menurut Komar bisa dilakukan oleh PLt Kepala Sekolah. Sedangkan untuk Ijazah SMP dan SMA sederajat, menurutnya penandatanganan akan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas atau  pejabat setingkat Kepala Bidang yang ditunjuk oleh Kepala Dinas. 

Namun demikian, Komar berharap ada pelantikan kepala sekolah sebelum pembagian ijazah yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 Juni 2010 mendatang.
(Jay Wijaya)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita,,Layanan,Publik</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Sensus Penduduk 2010 Untuk Kaum Gelandangan dan Pengemis</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-untuk-kaum-gelandangan-dan-pengemis/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-untuk-kaum-gelandangan-dan-pengemis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 May 2010 05:10:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Layanan Publik]]></category>

		<category><![CDATA[Sosial dan Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-untuk-kaum-gelandangan-dan-pengemis/</guid>
		<description><![CDATA[Dari pengalaman sensus sebelumnya, petugas sensus kabupaten Garut sedikit mengalami kesulitan dalam mendata atau melakukan pencacahan terhadap penduduk yang tidak teridentifikasi seperti geladangan dan pengemis (gepeng), yang tentunya tidak memiliki tempat tinggal tetap atau hidup secara nomaden alias hidup berpindah-pindah tempat. 
Menurut Kasi Satstistik Sosial BPS Kabupaten Garut, Dani Hafidin, petugas sensus akan melakukan pendataan pada hari Jumat (14/05) malam pukul 12.00 atau Sabtu (15/05) dinihari pukul 00.00, dengan mendatangi 16 titik yang biasa dijadikan tempat peristirahatan oleh para gepeng, melipui empat kecamatan, yaitu Kecamatan Garut Kota di kawasan pengkolan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari pengalaman sensus sebelumnya, petugas sensus kabupaten Garut sedikit mengalami kesulitan dalam mendata atau melakukan pencacahan terhadap penduduk yang tidak teridentifikasi seperti geladangan dan pengemis (gepeng), yang tentunya tidak memiliki tempat tinggal tetap atau hidup secara nomaden alias hidup berpindah-pindah tempat. </p>
<p>Menurut Kasi Satstistik Sosial BPS Kabupaten Garut, Dani Hafidin, petugas sensus akan melakukan pendataan pada hari Jumat (14/05) malam pukul 12.00 atau Sabtu (15/05) dinihari pukul 00.00, dengan mendatangi 16 titik yang biasa dijadikan tempat peristirahatan oleh para gepeng, melipui empat kecamatan, yaitu Kecamatan Garut Kota di kawasan pengkolan (pusat kota) dan sekitarnya, kecamatan Tarogong Kidul di sekitar Terminal dan Pasar Guntur Ciawitali, kecamatan Tarogong Kaler di sekitar Cipanas atau desa Langensari, dan Kecamatan Cibatu di sekitar statsiun.</p>
<p>Berdasarkan data tahun 2000, menurut Dani Hafidin, jumlah penduduk tidak teridentifikasi (gepeng) dan ditambah orang gila ada sekitar 415 jiwa, terdiri atas 225 laki-laki dan 166 perempuan. Tahun ini diperkirakan naik sekitar 1,3 persen.</p>
<p>Kesulitan lainnya menurut Dani, dalam proses pendataan para gepeng tersebut adalah adanya ketakutan mereka saat didatangi petugas, terlebih apabila melihat adanya petugas keamanan, sebab mereka akan mengira ada razia. Selain itu, petugas pun harus berhati-hati pada saat membangunkan para gepeng yang umumnya pada saat itu tengah beristirahat. Sebagai antisipasi, menurut Dani, pada saat operasi nanti yang akan menghampiri para gepeng hanya para petugas sensus yang sudah terlatih, supaya objek tidak merasa ketakutan. Sedangkan petugas keamanan, dalam hal ini satpol PP, hanya memantau dari kejauhan.<br />
<strong><em>(Jay Wijaya)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fsensus-penduduk-2010-untuk-kaum-gelandangan-dan-pengemis%2F&amp;linkname=Sensus%20Penduduk%202010%20Untuk%20Kaum%20Gelandangan%20dan%20Pengemis"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/sensus-penduduk-2010-untuk-kaum-gelandangan-dan-pengemis/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1514/0/kg-2010051415-sensus-penduduk-2010-untuk-gelandangan-dan-pengemis-di-garut.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Dari pengalaman sensus sebelumnya, petugas sensus kabupaten Garut sedikit mengalami kesulitan dalam mendata atau melakukan pencacahan terhadap penduduk yang tidak teridentifikasi seperti geladangan dan pengemis ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Dari pengalaman sensus sebelumnya, petugas sensus kabupaten Garut sedikit mengalami kesulitan dalam mendata atau melakukan pencacahan terhadap penduduk yang tidak teridentifikasi seperti geladangan dan pengemis (gepeng), yang tentunya tidak memiliki tempat tinggal tetap atau hidup secara nomaden alias hidup berpindah-pindah tempat. 

Menurut Kasi Satstistik Sosial BPS Kabupaten Garut, Dani Hafidin, petugas sensus akan melakukan pendataan pada hari Jumat (14/05) malam pukul 12.00 atau Sabtu (15/05) dinihari pukul 00.00, dengan mendatangi 16 titik yang biasa dijadikan tempat peristirahatan oleh para gepeng, melipui empat kecamatan, yaitu Kecamatan Garut Kota di kawasan pengkolan (pusat kota) dan sekitarnya, kecamatan Tarogong Kidul di sekitar Terminal dan Pasar Guntur Ciawitali, kecamatan Tarogong Kaler di sekitar Cipanas atau desa Langensari, dan Kecamatan Cibatu di sekitar statsiun.

Berdasarkan data tahun 2000, menurut Dani Hafidin, jumlah penduduk tidak teridentifikasi (gepeng) dan ditambah orang gila ada sekitar 415 jiwa, terdiri atas 225 laki-laki dan 166 perempuan. Tahun ini diperkirakan naik sekitar 1,3 persen.

Kesulitan lainnya menurut Dani, dalam proses pendataan para gepeng tersebut adalah adanya ketakutan mereka saat didatangi petugas, terlebih apabila melihat adanya petugas keamanan, sebab mereka akan mengira ada razia. Selain itu, petugas pun harus berhati-hati pada saat membangunkan para gepeng yang umumnya pada saat itu tengah beristirahat. Sebagai antisipasi, menurut Dani, pada saat operasi nanti yang akan menghampiri para gepeng hanya para petugas sensus yang sudah terlatih, supaya objek tidak merasa ketakutan. Sedangkan petugas keamanan, dalam hal ini satpol PP, hanya memantau dari kejauhan.
(Jay Wijaya)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita,,Layanan,Publik,,Sosial,dan,Budaya</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Satu Keluarga Miskin di Limbangan Terancam Kelaparan</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/satu-keluarga-miskin-di-limbangan-terancam-kelaparan/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/satu-keluarga-miskin-di-limbangan-terancam-kelaparan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 09:25:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/satu-keluarga-miskin-di-limbangan-terancam-kelaparan/</guid>
		<description><![CDATA[Satu keluarga miskin warga Kampung Cipicung RT 01 RW 11 Desa Cijolang Kecamatan Limbangan, saat ini terancam kelaparan. Menurut keterangan penduduk setempat, Ny Eutik, janda miskin berusia 45 tahun kehidupannya cukup memprihatinkan bersama  enam anaknya.
Dengan menempati rumah panggung berukuran 10 meter persegi berdinding anyaman bambu tanpa jendela, Ny Eutik setiap hari hanya bisa mengais rejeki sebagai buruh tani dan bekerja serabutan bersama keenam anaknya. Janda beranak enam tersebut, menurut pengakuan Kepala Desa Desa Cijolang, Deden Mutaqien seusai mendapingi petugas Sensus Penduduk (SP) 2010 Jumat (14/05) pagi, keluarga sangat miskin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu keluarga miskin warga Kampung Cipicung RT 01 RW 11 Desa Cijolang Kecamatan Limbangan, saat ini terancam kelaparan. Menurut keterangan penduduk setempat, Ny Eutik, janda miskin berusia 45 tahun kehidupannya cukup memprihatinkan bersama  enam anaknya.<br />
Dengan menempati rumah panggung berukuran 10 meter persegi berdinding anyaman bambu tanpa jendela, Ny Eutik setiap hari hanya bisa mengais rejeki sebagai buruh tani dan bekerja serabutan bersama keenam anaknya. Janda beranak enam tersebut, menurut pengakuan Kepala Desa Desa Cijolang, Deden Mutaqien seusai mendapingi petugas Sensus Penduduk (SP) 2010 Jumat (14/05) pagi, keluarga sangat miskin ini setiap harinya kerap kali mendapat bantuan makanan secara bergiliran dari para tetangga terdekatnya.<br />
Bahkan, keenam anaknya kini tidak bisa sekolah lagi meski terdapat sekolah gratis. Diakui Ny Eutik, biaya penunjang lainnya lebih besar dibandingkan dengan iuran SPP. Keenam anaknya terdiri Pena(20), Wahyu(14), Enis(13) dan Rochayati (11), terpaksa sering diikutsertakan membantu ibunya bekerja di sawah dan kebun milik tetangga dengan jarak tempuh dari Desa Cijolang ke Kampung Cipicung sejauh 7 km lebih, yang hanya bisa dilintasi dengan berjalan kaki.</p>
<p>Menurut Deden Mutaqien pihak pemerintah desa setempat pernah mengusulkan rehabilitasi rumah janda miskin tersebut yang kondisinya dinilai sangat tak layak huni ke Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya, serta ke Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut. Namun hingga kini belum juga terealisasi, kendati warga sekitarnya akan membangunnya secara gotong royong.</p>
<p>Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada perhatian yang seius dari pemerintah kabupaten akan nasib janda miskin beranak enam yang terancam kelaparan ini.<br />
<strong><em>(Yus Farhan Maulana)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fsatu-keluarga-miskin-di-limbangan-terancam-kelaparan%2F&amp;linkname=Satu%20Keluarga%20Miskin%20di%20Limbangan%20Terancam%20Kelaparan"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/satu-keluarga-miskin-di-limbangan-terancam-kelaparan/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1512/0/kg-2010051415-satu-keluarga-miskin-di-limbangan-terancam-kelaparan.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Satu keluarga miskin warga Kampung Cipicung RT 01 RW 11 Desa Cijolang Kecamatan Limbangan, saat ini terancam kelaparan. Menurut keterangan penduduk setempat, Ny Eutik, janda ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Satu keluarga miskin warga Kampung Cipicung RT 01 RW 11 Desa Cijolang Kecamatan Limbangan, saat ini terancam kelaparan. Menurut keterangan penduduk setempat, Ny Eutik, janda miskin berusia 45 tahun kehidupannya cukup memprihatinkan bersama  enam anaknya. 
Dengan menempati rumah panggung berukuran 10 meter persegi berdinding anyaman bambu tanpa jendela, Ny Eutik setiap hari hanya bisa mengais rejeki sebagai buruh tani dan bekerja serabutan bersama keenam anaknya. Janda beranak enam tersebut, menurut pengakuan Kepala Desa Desa Cijolang, Deden Mutaqien seusai mendapingi petugas Sensus Penduduk (SP) 2010 Jumat (14/05) pagi, keluarga sangat miskin ini setiap harinya kerap kali mendapat bantuan makanan secara bergiliran dari para tetangga terdekatnya.
Bahkan, keenam anaknya kini tidak bisa sekolah lagi meski terdapat sekolah gratis. Diakui Ny Eutik, biaya penunjang lainnya lebih besar dibandingkan dengan iuran SPP. Keenam anaknya terdiri Pena(20), Wahyu(14), Enis(13) dan Rochayati (11), terpaksa sering diikutsertakan membantu ibunya bekerja di sawah dan kebun milik tetangga dengan jarak tempuh dari Desa Cijolang ke Kampung Cipicung sejauh 7 km lebih, yang hanya bisa dilintasi dengan berjalan kaki.

Menurut Deden Mutaqien pihak pemerintah desa setempat pernah mengusulkan rehabilitasi rumah janda miskin tersebut yang kondisinya dinilai sangat tak layak huni ke Dinas Perumahan Tata Ruang dan Cipta Karya, serta ke Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Garut. Namun hingga kini belum juga terealisasi, kendati warga sekitarnya akan membangunnya secara gotong royong.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum ada perhatian yang seius dari pemerintah kabupaten akan nasib janda miskin beranak enam yang terancam kelaparan ini. 
(Yus Farhan Maulana)
</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Bahan Pokok di Garut Masih Tinggi</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/harga-bahan-pokok-di-garut-masih-tinggi/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/harga-bahan-pokok-di-garut-masih-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 09:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Ekonomi dan Bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/harga-bahan-pokok-di-garut-masih-tinggi/</guid>
		<description><![CDATA[Kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional di Garut dalam satu pekan terakhir ini masih cukup tinggi dan belum mengalami penurunan. Kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat ini masih didominasi harga sayur mayur.
Menurut Kepala Disperindag Garut, Ruhiyat, di Pasar Guntur misalnya sejak sepekan ini harga sayur mayur belum mengalami penurunan. Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp.500 sampai Rp. 2000 perkilogramnya.
Dijelaskannya, perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan yaitu Cabe Merah Gepeng dari harga Rp.16.000,-/Kg kini naik menjadi Rp.20.000/Kg. Cabe merah rawit dari harga Rp. 10.000,-/Kg naik menjadi Rp.12.000,-/Kg. Bawang putih dari harga ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional di Garut dalam satu pekan terakhir ini masih cukup tinggi dan belum mengalami penurunan. Kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat ini masih didominasi harga sayur mayur.</p>
<p>Menurut Kepala Disperindag Garut, Ruhiyat, di Pasar Guntur misalnya sejak sepekan ini harga sayur mayur belum mengalami penurunan. Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp.500 sampai Rp. 2000 perkilogramnya.<br />
Dijelaskannya, perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan yaitu Cabe Merah Gepeng dari harga Rp.16.000,-/Kg kini naik menjadi Rp.20.000/Kg. Cabe merah rawit dari harga Rp. 10.000,-/Kg naik menjadi Rp.12.000,-/Kg. Bawang putih dari harga Rp.14.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp.16.000,-/Kg. Bawang merah dari harga Rp.10.000/Kg naik menjadi Rp.12.000,-/kg.<br />
Telur ayam ras, dari harga Rp.12.000,-/Kg naik menjadi Rp.12.500,-/Kg. </p>
<p>Hingga berita ini diturunkan belum tercatat penurunan harga bahan pokok masyarakat yang terjadi di pasar tradisional Guntur.<br />
<em><strong>(Yus Farhan Maulana)</strong></em></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fharga-bahan-pokok-di-garut-masih-tinggi%2F&amp;linkname=Harga%20Bahan%20Pokok%20di%20Garut%20Masih%20Tinggi"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/harga-bahan-pokok-di-garut-masih-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1510/0/kg-2010051415-harga-bahan-kebutuhan-pokok-di-garut-masih-tinggi.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional di Garut dalam satu pekan terakhir ini masih cukup tinggi dan belum mengalami penurunan. Kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat ini ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional di Garut dalam satu pekan terakhir ini masih cukup tinggi dan belum mengalami penurunan. Kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat ini masih didominasi harga sayur mayur.

Menurut Kepala Disperindag Garut, Ruhiyat, di Pasar Guntur misalnya sejak sepekan ini harga sayur mayur belum mengalami penurunan. Kenaikan harga tersebut rata-rata mencapai Rp.500 sampai Rp. 2000 perkilogramnya.
Dijelaskannya, perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kenaikan yaitu Cabe Merah Gepeng dari harga Rp.16.000,-/Kg kini naik menjadi Rp.20.000/Kg. Cabe merah rawit dari harga Rp. 10.000,-/Kg naik menjadi Rp.12.000,-/Kg. Bawang putih dari harga Rp.14.000/Kg mengalami kenaikan menjadi Rp.16.000,-/Kg. Bawang merah dari harga Rp.10.000/Kg naik menjadi Rp.12.000,-/kg.
Telur ayam ras, dari harga Rp.12.000,-/Kg naik menjadi Rp.12.500,-/Kg. 

Hingga berita ini diturunkan belum tercatat penurunan harga bahan pokok masyarakat yang terjadi di pasar tradisional Guntur.
(Yus Farhan Maulana)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita,,Ekonomi,dan,Bisnis</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Ribuan Guru dan Dosen Asal Garut Serbu Jakarta</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/05/ribuan-guru-dan-dosen-asal-garut-serbu-jakarta/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/05/ribuan-guru-dan-dosen-asal-garut-serbu-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 09:25:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sync</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/2010/05/ribuan-guru-dan-dosen-asal-garut-serbu-jakarta/</guid>
		<description><![CDATA[Menyusul dikeluarkannya kebijakan pemerintah atas dihapuskannya Ditjen penigkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) baru baru ini, protes keras dilakukan oleh jutaan guru dan dosen se-indonesia. Tak terkecuali, ribuan guru dan dosen asal Garut, Rabu (12/05) dini hari berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan ribuan guru dan dosen dari sejumlah daerah se-Indonesia guna melakukan aksi demo, dengan mendatangani gedung DPR RI dan Kementrian Pendidikan Nasional termasuk Gedung Istana Negara.
Mereka memprotes keras kebijakan pemerintah tentang penghapusan Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK). Selain menyampaikan protes, mereka juga ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyusul dikeluarkannya kebijakan pemerintah atas dihapuskannya Ditjen penigkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) baru baru ini, protes keras dilakukan oleh jutaan guru dan dosen se-indonesia. Tak terkecuali, ribuan guru dan dosen asal Garut, Rabu (12/05) dini hari berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan ribuan guru dan dosen dari sejumlah daerah se-Indonesia guna melakukan aksi demo, dengan mendatangani gedung DPR RI dan Kementrian Pendidikan Nasional termasuk Gedung Istana Negara.<br />
Mereka memprotes keras kebijakan pemerintah tentang penghapusan Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK). Selain menyampaikan protes, mereka juga menuntut keberadaan Ditjen PMPTK tetap dipertahankan dan pengelolaan guru dilakukan oleh sebuah badan yang langsung bertanggung jawab pada presiden.</p>
<p>Dengan menggunakan sembilan bis dan puluhan mobil pribadi ribuan pendidik terdiri dari guru dan dosen dari berbagai pelosok di Garut yang tergabung dibawah bendera perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Garut itu, menurut kordinator aksi Alit Burhanudin yang juga ketua PGRI cabang Garut, akan berangkat untuk berunjuk rasa dengan membawa massa yang cukup banyak karena tidak setuju dengan pembubaran Ditjen PMPTK Departeman Pendidikan Nasional karena dianggap menggusur rumah keprofesian guru dan dosen.</p>
<p>Alit menyatakan, bagi para guru-dosen adanya kebijakan pemerintah melaui SOTK yang tertuang dalam Perpres no 24 tahun 2010 terkait pembubaran Ditjen PMPTK,  dianggap sebagai langkah kemunduran yang akan mengantarkan kembali posisi para guru ke masa silam. Kekhawatiran ini menurutnya, mengganggu pelaksanaan undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<br />
Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut bisa saja mengakibatkan pelaksanaan sertifikasi guru dan peningkatan mutu guru akan terancam. Selain itu, sejumlah persoalan lainnya seperti tersendatnya pembayaran tunjangan profesi guru, dan terkotak-kotaknya para guru bisa menjadi ancaman serius.<br />
<strong><em>(Yus Farhan Maulana)</em></strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F05%2Fribuan-guru-dan-dosen-asal-garut-serbu-jakarta%2F&amp;linkname=Ribuan%20Guru%20dan%20Dosen%20Asal%20Garut%20Serbu%20Jakarta"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/05/ribuan-guru-dan-dosen-asal-garut-serbu-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1508/0/kg-2010051213-ribuan-guru-dan-dosen-asal-garut-serbu-jakarta-untuk-berdemo.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Menyusul dikeluarkannya kebijakan pemerintah atas dihapuskannya Ditjen penigkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) baru baru ini, protes keras dilakukan oleh jutaan guru dan dosen ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Menyusul dikeluarkannya kebijakan pemerintah atas dihapuskannya Ditjen penigkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) baru baru ini, protes keras dilakukan oleh jutaan guru dan dosen se-indonesia. Tak terkecuali, ribuan guru dan dosen asal Garut, Rabu (12/05) dini hari berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan ribuan guru dan dosen dari sejumlah daerah se-Indonesia guna melakukan aksi demo, dengan mendatangani gedung DPR RI dan Kementrian Pendidikan Nasional termasuk Gedung Istana Negara.
Mereka memprotes keras kebijakan pemerintah tentang penghapusan Direktorat Jendral Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Ditjen PMPTK). Selain menyampaikan protes, mereka juga menuntut keberadaan Ditjen PMPTK tetap dipertahankan dan pengelolaan guru dilakukan oleh sebuah badan yang langsung bertanggung jawab pada presiden.

Dengan menggunakan sembilan bis dan puluhan mobil pribadi ribuan pendidik terdiri dari guru dan dosen dari berbagai pelosok di Garut yang tergabung dibawah bendera perjuangan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) cabang Garut itu, menurut kordinator aksi Alit Burhanudin yang juga ketua PGRI cabang Garut, akan berangkat untuk berunjuk rasa dengan membawa massa yang cukup banyak karena tidak setuju dengan pembubaran Ditjen PMPTK Departeman Pendidikan Nasional karena dianggap menggusur rumah keprofesian guru dan dosen.

Alit menyatakan, bagi para guru-dosen adanya kebijakan pemerintah melaui SOTK yang tertuang dalam Perpres no 24 tahun 2010 terkait pembubaran Ditjen PMPTK,  dianggap sebagai langkah kemunduran yang akan mengantarkan kembali posisi para guru ke masa silam. Kekhawatiran ini menurutnya, mengganggu pelaksanaan undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Dengan dikeluarkannya kebijakan tersebut bisa saja mengakibatkan pelaksanaan sertifikasi guru dan peningkatan mutu guru akan terancam. Selain itu, sejumlah persoalan lainnya seperti tersendatnya pembayaran tunjangan profesi guru, dan terkotak-kotaknya para guru bisa menjadi ancaman serius.
(Yus Farhan Maulana)</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Berita</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>
