<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
>

<channel>
	<title>Radio Antares FM Garut &#187; Variety</title>
	<atom:link href="http://www.antaresfm.com/category/variety/feed/podcast?webuserid=91d445c6e77ca6affaa099cbfd34dc3c" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.antaresfm.com</link>
	<description>Bandung Inspiring Sounds</description>
	<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 04:26:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<!-- podcast_generator="podPress/8.8" -->
		<copyright>&#xA9; </copyright>
		<managingEditor>suararadio@yahoo.com ()</managingEditor>
		<webMaster>suararadio@yahoo.com()</webMaster>
		<category></category>
		<itunes:keywords></itunes:keywords>
		<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Sekadar sebuah weblog WordPress lainnya</itunes:summary>
		<itunes:author></itunes:author>
		<itunes:category text="Society &amp; Culture"/>
		<itunes:owner>
			<itunes:name></itunes:name>
			<itunes:email>suararadio@yahoo.com</itunes:email>
		</itunes:owner>
		<itunes:block>No</itunes:block>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:image href="http://radio.zamrud10.com/blog/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress_large.jpg" />
		<image>
			<url>http://radio.zamrud10.com/blog/wp-content/plugins/podpress/images/powered_by_podpress.jpg</url>
			<title>Radio Antares FM Garut</title>
			<link>http://www.antaresfm.com</link>
			<width>144</width>
			<height>144</height>
		</image>
		<item>
		<title>Si Kecil Tidur Sendiri atau Anda Temani, Ya?</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/si-kecil-tidur-sendiri-atau-anda-temani-ya/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/si-kecil-tidur-sendiri-atau-anda-temani-ya/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 04:33:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1277</guid>
		<description><![CDATA[




Beberapa orang tua percaya bahwa  menemani tidur (co-sleeping) anak adalah cara paling alami untuk menjaga ikatan  emosional, tapi kebanyakan orangtua lainnya menentang. Mereka beralasan, butuh  ruang gerak dan privasi di tengah malam atau karena khawatir tidur bersama bisa  membahayakan sang bayi. Orangtua lain menyatakan keprihatinan tentang  keselamatan dari co-sleeping, dan nyatanya, telah ada beberapa penelitian yang  mendukung kekhawatiran tersebut. Sebuah penelitian di Washington University  School of Medicine menemukan bahwa berbagi tempat tidur dapat meningkatkan  risiko mati lemas atau tidur di kasur yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
Beberapa orang tua percaya bahwa  menemani tidur (co-sleeping) anak adalah cara paling alami untuk menjaga ikatan  emosional, tapi kebanyakan orangtua lainnya menentang. Mereka beralasan, butuh  ruang gerak dan privasi di tengah malam atau karena khawatir tidur bersama bisa  membahayakan sang bayi. Orangtua lain menyatakan keprihatinan tentang  keselamatan dari co-sleeping, dan nyatanya, telah ada beberapa penelitian yang  mendukung kekhawatiran tersebut. Sebuah penelitian di Washington University  School of Medicine menemukan bahwa berbagi tempat tidur dapat meningkatkan  risiko mati lemas atau tidur di kasur yang tidak nyaman. Demikian menurut  Parents Connect. Jika Anda tidur di kasur air atau kasur yang terlalu lembut,  Anda tetap tidak bisa memberikan si kecil lingkungan tidur yang aman, jadi  sebenarnya, co-sleeping bukan pilihan yang masuk akal. Anda perlu  mempertimbangkan beberapa masalah keselamatan, misalnya apakah ada jarak antara  kasur dan kepala tempat tidur (atau kasur dan dinding) di mana bayi bisa  terperangkap di sana? Apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bayi jatuh dari  tempat tidur dan cedera? Ini adalah hal penting yang harus Anda selesaikan  sebelum membuat keputusan co-sleep.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Pastikan tempat tidur  bebas dari bantal empuk, selimut tebal, dan perangkat tidur lainnya yang dapat  mengganggu sirkulasi udara di sekitar wajah bayi</strong><br />
Lebih baik tidur  tanpa selimut daripada mengekspos bayi Anda dengan berbagai perangkat bedding.  Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang menghirup &#8220;udara pengap&#8221; (menghirup  udara yang mereka keluarkan sendiri) besar kemungkinan menghadapi risiko SIDS  (sudden infant death syndrome) yang lebih tinggi daripada bayi lain. Sebab, si  kecil menerima paparan konsentrasi karbondioksida yang lebih  tinggi.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Tempatkan bayi Anda dalam  posisi tidur telentang, kecuali dokter merekomendasikan posisi tidur tertentu</strong><br />
Melakukan hal ini akan secara signifikan mengurangi risiko bayi  meninggal akibat SIDS, menurut American Academy of  Pediatrics.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Jangan biarkan bayi Anda  menjadi terlalu panas</strong><br />
Anda ingin tubuh si kecil tetap hangat,  tetapi tidak terlalu panas. Saat tidur bersama, ia akan mendapatkan panas dari  tubuh Anda. Cara terbaik untuk mengukur apakah bayi kepanasan adalah dengan  menempatkan tangan Anda di bagian belakang lehernya. Kalau dia berkeringat,  berarti dia kepanasan.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Sadari siapa lagi  yang akan tidur di tempat tidur</strong><br />
Jika Anda telah  berbagi tempat tidur dengan anak lain, bukanlah tindakan aman untuk menambahkan  bayi dalam satu tempat tidur. Anak-anak muda terkenal tidur berat. Jadi mungkin  saja ia menindihi tubuh bayi hingga menyebabkannya mati lemas. Dan, jangan lupa  untuk mempertimbangkan apakah pasangan Anda punya kebiasaan yang akan menjadi  faktor risiko bahaya untuk bayi, misalnya merokok, minum alkohol, atau minum  obat yang membuatnya mengantuk berat.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: small;"><br />
<strong>Jangan takut beralih ke  rencana B </strong><br />
Jika Anda biasanya tidur dengan si kecil, ada suatu  waktu di mana Anda mungkin ingin mempertimbangkan alternatif pengaturan tidur,  misalnya, karena pulang terlalu larut, baru menenggak beberapa gelas anggur di  sebuah pesta, atau minum obat untuk membantu Anda menangkis udara dingin. Anda  bisa menjaganya hanya selama beberapa jam atau membiarkannya tidur sendiri  daripada  membahayakan.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fsi-kecil-tidur-sendiri-atau-anda-temani-ya%2F&amp;linkname=Si%20Kecil%20Tidur%20Sendiri%20atau%20Anda%20Temani%2C%20Ya%3F"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/si-kecil-tidur-sendiri-atau-anda-temani-ya/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1277/0/kk-20100413-biarkan-si-kecil-tidur-sendiri.mp3" length="2431188" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Beberapa orang tua percaya bahwa  menemani tidur (co-sleeping) anak adalah cara paling alami untuk menjaga ikatan  emosional, tapi kebanyakan orangtua lainnya menentang. Mereka ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Beberapa orang tua percaya bahwa  menemani tidur (co-sleeping) anak adalah cara paling alami untuk menjaga ikatan  emosional, tapi kebanyakan orangtua lainnya menentang. Mereka beralasan, butuh  ruang gerak dan privasi di tengah malam atau karena khawatir tidur bersama bisa  membahayakan sang bayi. Orangtua lain menyatakan keprihatinan tentang  keselamatan dari co-sleeping, dan nyatanya, telah ada beberapa penelitian yang  mendukung kekhawatiran tersebut. Sebuah penelitian di Washington University  School of Medicine menemukan bahwa berbagi tempat tidur dapat meningkatkan  risiko mati lemas atau tidur di kasur yang tidak nyaman. Demikian menurut  Parents Connect. Jika Anda tidur di kasur air atau kasur yang terlalu lembut,  Anda tetap tidak bisa memberikan si kecil lingkungan tidur yang aman, jadi  sebenarnya, co-sleeping bukan pilihan yang masuk akal. Anda perlu  mempertimbangkan beberapa masalah keselamatan, misalnya apakah ada jarak antara  kasur dan kepala tempat tidur (atau kasur dan dinding) di mana bayi bisa  terperangkap di sana? Apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah bayi jatuh dari  tempat tidur dan cedera? Ini adalah hal penting yang harus Anda selesaikan  sebelum membuat keputusan co-sleep.




Pastikan tempat tidur  bebas dari bantal empuk, selimut tebal, dan perangkat tidur lainnya yang dapat  mengganggu sirkulasi udara di sekitar wajah bayi
Lebih baik tidur  tanpa selimut daripada mengekspos bayi Anda dengan berbagai perangkat bedding.  Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi yang menghirup "udara pengap" (menghirup  udara yang mereka keluarkan sendiri) besar kemungkinan menghadapi risiko SIDS  (sudden infant death syndrome) yang lebih tinggi daripada bayi lain. Sebab, si  kecil menerima paparan konsentrasi karbondioksida yang lebih  tinggi.




Tempatkan bayi Anda dalam  posisi tidur telentang, kecuali dokter merekomendasikan posisi tidur tertentu
Melakukan hal ini akan secara signifikan mengurangi risiko bayi  meninggal akibat SIDS, menurut American Academy of  Pediatrics.




Jangan biarkan bayi Anda  menjadi terlalu panas
Anda ingin tubuh si kecil tetap hangat,  tetapi tidak terlalu panas. Saat tidur bersama, ia akan mendapatkan panas dari  tubuh Anda. Cara terbaik untuk mengukur apakah bayi kepanasan adalah dengan  menempatkan tangan Anda di bagian belakang lehernya. Kalau dia berkeringat,  berarti dia kepanasan.




Sadari siapa lagi  yang akan tidur di tempat tidur
Jika Anda telah  berbagi tempat tidur dengan anak lain, bukanlah tindakan aman untuk menambahkan  bayi dalam satu tempat tidur. Anak-anak muda terkenal tidur berat. Jadi mungkin  saja ia menindihi tubuh bayi hingga menyebabkannya mati lemas. Dan, jangan lupa  untuk mempertimbangkan apakah pasangan Anda punya kebiasaan yang akan menjadi  faktor risiko bahaya untuk bayi, misalnya merokok, minum alkohol, atau minum  obat yang membuatnya mengantuk berat.




Jangan takut beralih ke  rencana B 
Jika Anda biasanya tidur dengan si kecil, ada suatu  waktu di mana Anda mungkin ingin mempertimbangkan alternatif pengaturan tidur,  misalnya, karena pulang terlalu larut, baru menenggak beberapa gelas anggur di  sebuah pesta, atau minum obat untuk membantu Anda menangkis udara dingin. Anda  bisa menjaganya hanya selama beberapa jam atau membiarkannya tidur sendiri  daripada  membahayakan.




</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Yuk, Maksimalkan Bakat Anak !</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/yuk-maksimalkan-bakat-anak/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/yuk-maksimalkan-bakat-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Apr 2010 03:17:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1268</guid>
		<description><![CDATA[




Berdasarkan pengamatan Dr. Reni  Akbar Hawadi, Psi., kepala Pusat Keterbakatan Fakultas Psikologi Universitas  Indonesia, hanya sekitar tiga persen saja individu yang bisa mengembangkan  bakatnya di atas rata-rata. Dan lebih sedikit lagi yang sangat-sangat berbakat  ditemukan. Memang tak mudah menemukan bakat pada diri seseorang lalu  mengembangkannya menjadi kemampuan yang menonjol. Namun, tak ada salahnya  menstimulasi anak agar bakatnya berkembang dalam dirinya.






1. Stimulasi  Lingkungan
Ada baiknya mulai menstimulasi ke 5 indera anak dengan  memberi lingkungan yang tepat. Mulai dinding kamar, mainan berwarna-warni,  makanan beraneka ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Berdasarkan pengamatan Dr. Reni  Akbar Hawadi, Psi., kepala Pusat Keterbakatan Fakultas Psikologi Universitas  Indonesia, hanya sekitar tiga persen saja individu yang bisa mengembangkan  bakatnya di atas rata-rata. Dan lebih sedikit lagi yang sangat-sangat berbakat  ditemukan. Memang tak mudah menemukan bakat pada diri seseorang lalu  mengembangkannya menjadi kemampuan yang menonjol. Namun, tak ada salahnya  menstimulasi anak agar bakatnya berkembang dalam dirinya.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
<strong>1. Stimulasi  Lingkungan</strong></p>
<p>Ada baiknya mulai menstimulasi ke 5 indera anak dengan  memberi lingkungan yang tepat. Mulai dinding kamar, mainan berwarna-warni,  makanan beraneka rasa, mengenalkan kain bertekstur halus dan kasar,  memperdengarkan aneka bunyi-bunyian, dan sebagainya.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
<strong>2. Aktivitas  Brsama</strong></p>
<p>Ajaklah Si Kecil menggambar, bernyanyi, membentuk benda dari bahan  liat, atau bermain, untuk memaksimalkan kemampuan dan semua potensi dalam  dirinya.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
<strong>3. Kemampuan Anak</strong></p>
<p>Ketika anak menggambar atau mewarnai  bersama teman-temannya, perhatikan baik-baik! Jika ia melakukannya lebih baik  dari teman-temannya, bisa jadi itulah bakatnya. Bakat selalu ditandai oleh  kemampuan di atas rata-rata dan perhatian tinggi.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
<strong>4. Jangan Memaksa!</strong></p>
<p>Ingat, berkembangnya kemampuan anak juga dipengaruhi kebahagiaan dan  kepuasan yang dirasakannya. Jika anak berbakat terlalu dipaksakan dan diarahkan  orangtua, bisa jadi ia tak lagi berminat pada hal  itu.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fyuk-maksimalkan-bakat-anak%2F&amp;linkname=Yuk%2C%20Maksimalkan%20Bakat%20Anak%20%21"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/yuk-maksimalkan-bakat-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1268/0/kk-20100320-yuk-memaksimalkan-bakat-anak.mp3" length="1626198" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Berdasarkan pengamatan Dr. Reni  Akbar Hawadi, Psi., kepala Pusat Keterbakatan Fakultas Psikologi Universitas  Indonesia, hanya sekitar tiga persen saja individu yang bisa mengembangkan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Berdasarkan pengamatan Dr. Reni  Akbar Hawadi, Psi., kepala Pusat Keterbakatan Fakultas Psikologi Universitas  Indonesia, hanya sekitar tiga persen saja individu yang bisa mengembangkan  bakatnya di atas rata-rata. Dan lebih sedikit lagi yang sangat-sangat berbakat  ditemukan. Memang tak mudah menemukan bakat pada diri seseorang lalu  mengembangkannya menjadi kemampuan yang menonjol. Namun, tak ada salahnya  menstimulasi anak agar bakatnya berkembang dalam dirinya.





1. Stimulasi  Lingkungan

Ada baiknya mulai menstimulasi ke 5 indera anak dengan  memberi lingkungan yang tepat. Mulai dinding kamar, mainan berwarna-warni,  makanan beraneka rasa, mengenalkan kain bertekstur halus dan kasar,  memperdengarkan aneka bunyi-bunyian, dan sebagainya.





2. Aktivitas  Brsama

Ajaklah Si Kecil menggambar, bernyanyi, membentuk benda dari bahan  liat, atau bermain, untuk memaksimalkan kemampuan dan semua potensi dalam  dirinya.





3. Kemampuan Anak

Ketika anak menggambar atau mewarnai  bersama teman-temannya, perhatikan baik-baik! Jika ia melakukannya lebih baik  dari teman-temannya, bisa jadi itulah bakatnya. Bakat selalu ditandai oleh  kemampuan di atas rata-rata dan perhatian tinggi.





4. Jangan Memaksa!

Ingat, berkembangnya kemampuan anak juga dipengaruhi kebahagiaan dan  kepuasan yang dirasakannya. Jika anak berbakat terlalu dipaksakan dan diarahkan  orangtua, bisa jadi ia tak lagi berminat pada hal  itu.



</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Batita Belajar di Sekolah Dwi Bahasa, Baikkah ?</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/batita-belajar-di-sekolah-dwi-bahasa-baikkah/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/batita-belajar-di-sekolah-dwi-bahasa-baikkah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 05:54:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1254</guid>
		<description><![CDATA[












Bahasa Ibu yang  utama 
Ditegaskan oleh  Prof. DR. Ratna Sajekti Rusli, Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri  Jakarta, bahwa tidak diperkenankan memberikan pelajaran bahasa asing kepada anak  balita terlebih batita. Menurutnya, yang utama kuasai dulu bahasa ibu. “Jika  bahasa ibunya bahasa Indonesia, ya pelajari dulu sampai mahir bahasa Indonesia.  Jangan sampai bahasa Indonesianya masih kacau sudah dijejali bahasa lain,” tekan  Prof. Ratna. Lebih jauh ia mengatakan cari tahu dulu apa motivasi orangtua.  Apakah mereka ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri sehingga dari ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td align="middle"><span style="font-family: Verdana,Geneva,Arial,Helvetica,sans-serif; font-size: x-small;"><strong></strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"></td>
</tr>
<tr>
<td align="middle"></td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-style: italic; text-decoration: underline;">Bahasa Ibu yang  utama</span><span style="font-style: italic;"> </span></p>
<p>Ditegaskan oleh  Prof. DR. Ratna Sajekti Rusli, Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri  Jakarta, bahwa tidak diperkenankan memberikan pelajaran bahasa asing kepada anak  balita terlebih batita. Menurutnya, yang utama kuasai dulu bahasa ibu. “Jika  bahasa ibunya bahasa Indonesia, ya pelajari dulu sampai mahir bahasa Indonesia.  Jangan sampai bahasa Indonesianya masih kacau sudah dijejali bahasa lain,” tekan  Prof. Ratna. Lebih jauh ia mengatakan cari tahu dulu apa motivasi orangtua.  Apakah mereka ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri sehingga dari awal  sudah diberikan pembekalan bahasa asing atau karena ada alasan lain? Misalnya,  karena sedang trend atau karena gengsi. Bisa saja, bukan?<br />
</p>
<p></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-style: italic; text-decoration: underline;">Mahir dulu berbahasa  indonesia </span></p>
<p>Bukan tidak boleh mengajari bahasa asing pada si kecil  tapi tentu saja dengan syarat ia harus mahir dulu berkomunikasi dengan bahasa  Indonesia. Mengingat anak tinggal di Indonesia, jauh lebih baik jika anak  menguasai bahasa ibu terlebih dahulu (bahasa Indonesia atau bahasa daerah).  Dengan demikian, stimulasi anak terhadap bahasa ini cukup banyak, misalnya dari  orangtua, keluarga besar, pengasuh, teman, dan lingkungan lain. Selain itu,  penguasaan bahasa ibu juga dimaksudkan agar anak lebih menghargai budaya  Indonesia. Prof. Ratna mencontohkan hal ini dengan negara Jepang. Mereka adalah  bangsa yang kebanggaan kulturalnya sangat kuat sehingga tidak mudah bagi bahasa  lain untuk masuk ke wilayah kebudayaannya. Bahkan orang di luar Jepanglah yang  harus menyesuaikan diri dan belajar bahasa mereka jika menginjakkan kaki di  negeri matahari terbit itu. Oleh karena itu, sesuaikan kondisi anak sebelum Anda  ngotot mengajarinya bahasa asing. Lalu bahasa apa yang sehari-hari digunakan di  rumah? Jika anak lahir dari perkawinan campur yang salah satu orangtuanya adalah  warga negara asing, bisa saja anak diajarkan dua bahasa karena dalam  kesehariannya anak memang menggunakan kedua bahasa itu dari ayah dan  ibunya.</p>
<p></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-style: italic; text-decoration: underline;">Konsep sekolah dwi bahasa </span></p>
<p>Sekolah-sekolah yang kini banyak menawarkan konsep dua bahasa  atau tiga bahasa biasanya berdasarkan kurikulum asing. Salah satu negara yang  menjadi pusat dari sekolah-sekolah tersebut datang dari Singapura. “Di Singapura  etnisnya sangat beragam. Begitu juga dengan penggunaan bahasanya. Mereka  berbahasa Inggris, Mandarin, India. Anak-anak mereka belajar banyak bahasa  karena sehari-hari mereka memang banyak menggunakan bahasa-bahasa tersebut.  Berbeda dengan kita di Indonesia. Metoda dwi bahasa tidak bisa dengan demikian  saja diterapkan menjadi bahasa pengantar di sekolah apalagi untuk anak usia  batita,”</p>
<p></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium; text-decoration: underline;">Kekacauan berbahasa </span></p>
<p><span style="font-size: medium;">Dampak dari terlalu  dininya menerapkan pembelajaran multilingual di Indonesia adalah kegamangan atau  kacaunya konsep bahasa dari anak-anak yang mengalaminya. Contoh sederhananya  terjadi pada kasus di atas, ketika Hilda bertanya dalam bahasa Indonesia, Maura  menjawabnya dalam bahasa Inggris. Jika anak sudah mengalami gangguan bahasa, ia  akan sulit untuk memahami perintah. Atau dia paham perintah namun sulit  mengucapkan kata-kata, sulit meniru kata-kata yang diajarkan. Artinya, terjadi  kerancuan di sini.<br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium; text-decoration: underline;">Lantas bagaimana baiknya?</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Latihlah anak berbahasa bukan dengan  menghafal tapi melalui pengalaman dan kegiatan sehari-hari. Ajari anak melalui  praktek bicara sehari-hari. Dapat juga dengan memperdengarkan lagu-lagu dalam  bahasa asing atau buku cerita. Walau begitu, seperti yang selalu ditekankan oleh  Prof. Ratna, sebagai orangtua Anda tetap harus menekankan pada anak kebanggaan  akan bahasa Indonesia. Camkan bahwa bahasa asing hanya bahasa  kedua.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fbatita-belajar-di-sekolah-dwi-bahasa-baikkah%2F&amp;linkname=Batita%20Belajar%20di%20Sekolah%20Dwi%20Bahasa%2C%20Baikkah%20%3F"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/batita-belajar-di-sekolah-dwi-bahasa-baikkah/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1254/0/kk-20100325-baikkah-bila-batita-belajar-di-sekolah-dwi-bahasa.mp3" length="2889062" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Bahasa Ibu yang  utama 

Ditegaskan oleh  Prof. DR. Ratna Sajekti Rusli, Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri  Jakarta, bahwa tidak diperkenankan memberikan ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Bahasa Ibu yang  utama 

Ditegaskan oleh  Prof. DR. Ratna Sajekti Rusli, Guru Besar Pendidikan dari Universitas Negeri  Jakarta, bahwa tidak diperkenankan memberikan pelajaran bahasa asing kepada anak  balita terlebih batita. Menurutnya, yang utama kuasai dulu bahasa ibu. ldquo;Jika  bahasa ibunya bahasa Indonesia, ya pelajari dulu sampai mahir bahasa Indonesia.  Jangan sampai bahasa Indonesianya masih kacau sudah dijejali bahasa lain,rdquo; tekan  Prof. Ratna. Lebih jauh ia mengatakan cari tahu dulu apa motivasi orangtua.  Apakah mereka ingin menyekolahkan anaknya ke luar negeri sehingga dari awal  sudah diberikan pembekalan bahasa asing atau karena ada alasan lain? Misalnya,  karena sedang trend atau karena gengsi. Bisa saja, bukan?



Mahir dulu berbahasa  indonesia 

Bukan tidak boleh mengajari bahasa asing pada si kecil  tapi tentu saja dengan syarat ia harus mahir dulu berkomunikasi dengan bahasa  Indonesia. Mengingat anak tinggal di Indonesia, jauh lebih baik jika anak  menguasai bahasa ibu terlebih dahulu (bahasa Indonesia atau bahasa daerah).  Dengan demikian, stimulasi anak terhadap bahasa ini cukup banyak, misalnya dari  orangtua, keluarga besar, pengasuh, teman, dan lingkungan lain. Selain itu,  penguasaan bahasa ibu juga dimaksudkan agar anak lebih menghargai budaya  Indonesia. Prof. Ratna mencontohkan hal ini dengan negara Jepang. Mereka adalah  bangsa yang kebanggaan kulturalnya sangat kuat sehingga tidak mudah bagi bahasa  lain untuk masuk ke wilayah kebudayaannya. Bahkan orang di luar Jepanglah yang  harus menyesuaikan diri dan belajar bahasa mereka jika menginjakkan kaki di  negeri matahari terbit itu. Oleh karena itu, sesuaikan kondisi anak sebelum Anda  ngotot mengajarinya bahasa asing. Lalu bahasa apa yang sehari-hari digunakan di  rumah? Jika anak lahir dari perkawinan campur yang salah satu orangtuanya adalah  warga negara asing, bisa saja anak diajarkan dua bahasa karena dalam  kesehariannya anak memang menggunakan kedua bahasa itu dari ayah dan  ibunya.


Konsep sekolah dwi bahasa 

Sekolah-sekolah yang kini banyak menawarkan konsep dua bahasa  atau tiga bahasa biasanya berdasarkan kurikulum asing. Salah satu negara yang  menjadi pusat dari sekolah-sekolah tersebut datang dari Singapura. ldquo;Di Singapura  etnisnya sangat beragam. Begitu juga dengan penggunaan bahasanya. Mereka  berbahasa Inggris, Mandarin, India. Anak-anak mereka belajar banyak bahasa  karena sehari-hari mereka memang banyak menggunakan bahasa-bahasa tersebut.  Berbeda dengan kita di Indonesia. Metoda dwi bahasa tidak bisa dengan demikian  saja diterapkan menjadi bahasa pengantar di sekolah apalagi untuk anak usia  batita,rdquo;


Kekacauan berbahasa 

Dampak dari terlalu  dininya menerapkan pembelajaran multilingual di Indonesia adalah kegamangan atau  kacaunya konsep bahasa dari anak-anak yang mengalaminya. Contoh sederhananya  terjadi pada kasus di atas, ketika Hilda bertanya dalam bahasa Indonesia, Maura  menjawabnya dalam bahasa Inggris. Jika anak sudah mengalami gangguan bahasa, ia  akan sulit untuk memahami perintah. Atau dia paham perintah namun sulit  mengucapkan kata-kata, sulit meniru kata-kata yang diajarkan. Artinya, terjadi  kerancuan di sini.

Lantas bagaimana baiknya?
Latihlah anak berbahasa bukan dengan  menghafal tapi melalui pengalaman dan kegiatan sehari-hari. Ajari anak melalui  praktek bicara sehari-hari. Dapat juga dengan memperdengarkan lagu-lagu dalam  bahasa asing atau buku cerita. Walau begitu, seperti yang selalu ditekankan oleh  Prof. Ratna, sebagai orangtua Anda tetap harus menekankan pada anak kebanggaan  akan bahasa Indonesia. Camkan bahwa bahasa asing hanya bahasa  kedua.



</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kaitan antara Tidur dan Kecerdasan Anak</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/kaitan-antara-tidur-dan-kecerdasan-anak/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/kaitan-antara-tidur-dan-kecerdasan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 05:33:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1243</guid>
		<description><![CDATA[








Ibarat sebuah ponsel, sumber  tenaga manusia perlu di-charge kembali. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat.  Tidur pun merupakan bagian dari aktivitas alami pemulihan stamina. Tidur juga  diyakini membawa pengaruh pada perkembangan kesehatan jiwa individu yang  bersangkutan. Bahkan, kualitas tidur memiliki peran krusial pada kondisi  perkembangan kesehatan jiwa anak, di samping dapat meningkatkan sistem kekebalan  tubuhnya. Tidur memang tak berpengaruh langsung terhadap kecerdasan anak.  Maksudnya, tidur cukup saja tidak otomatis membuat anak pintar. Yang benar,  tidur cukup membuat fisik dan mental anak menjadi lebih kondusif. ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Ibarat sebuah ponsel, sumber  tenaga manusia perlu di-charge kembali. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat.  Tidur pun merupakan bagian dari aktivitas alami pemulihan stamina. Tidur juga  diyakini membawa pengaruh pada perkembangan kesehatan jiwa individu yang  bersangkutan. Bahkan, kualitas tidur memiliki peran krusial pada kondisi  perkembangan kesehatan jiwa anak, di samping dapat meningkatkan sistem kekebalan  tubuhnya. Tidur memang tak berpengaruh langsung terhadap kecerdasan anak.  Maksudnya, tidur cukup saja tidak otomatis membuat anak pintar. Yang benar,  tidur cukup membuat fisik dan mental anak menjadi lebih kondusif. Nah, kondisi  inilah yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Ketika energi berkurang dan tubuh  mulai letih, si kecil yang seolah tidak pernah capek bermain sering kali menjadi  rewel, bukan? Kondisi itu juga menyebabkan anak tak lagi bisa berkonsentrasi  menjalani aktivitasnya. Inilah saatnya si kecil perlu tidur. Dijamin, apabila  tidurnya cukup, anak akan segar kembali dan dapat bermain sambil berkonsentrasi  saat bereksplorasi. Jadi, bisa disimpulkan, tidur sangat mendukung perkembangan  kecerdasan anak. Sama halnya dengan anak yang bersekolah dari pagi hingga siang  hari. Sepulang sekolah, dalam keadaan letih, dia pasti akan sulit berkonsentrasi  ketika diminta mengulang pelajaran. Apabila dipaksakan, mungkin hasilnya nihil.  Lebih baik berikan kesempatan kepada anak untuk beristirahat agar energinya  kembali. Berdasarkan penelitian, selama tidur semua sel tubuh, termasuk sel  otot, hati, ginjal, tulang sumsum, dan sel otak, mengalami pemulihan.  Bermodalkan tubuh yang bugar inilah anak diasumsikan akan lebih semangat  melakukan sesuatu. Apalagi didukung oleh otak yang berfungsi dengan baik. Selain  itu, hormon-hormon pun lebih aktif diproduksi selagi tidur. Hal ini penting  untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak dan melancarkan  pengangkutan asam amino dari darah ke otak. Dengan demikian, sel-sel saraf  semakin berkemungkinan memiliki pengetahuan yang permanen  sifatnya.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Penelitian yang dilansir di London  pada 1998 mengungkapkan bahwa bayi yang banyak tidur, perkembangan otaknya akan  optimal. Pasalnya, aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses  tumbuh kembang otak. Hal ini bisa dimengerti karena 75 persen hormon pertumbuhan  diproduksi saat anak tidur. Hormon pertumbuhan inilah yang bertugas merangsang  pertumbuhan tulang dan jaringan. Selain itu, hormon pertumbuhan juga  memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel dalam tubuh, dari sel  kulit, sel darah, sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaruan sel ini akan  berlangsung lebih cepat kalau si bayi sering terlelap.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Para peneliti di  University of London, seperti dilansir BBC News baru-baru ini, mempelajari 600  bayi dengan rentang usia 1-12 minggu untuk melihat faktor yang menyebabkan  mereka bisa atau tidak bisa tidur sepanjang malam. Ditemukan, bayi yang disusui  lebih dari 11 kali dalam waktu 24 jam selama seminggu pertama akan mengurangi  waktu tidurnya hingga 12 minggu. Artinya, sampai berusia 12 minggu, si bayi  tidak menikmati tidurnya yang nyenyak sepanjang malam. Seandainya aktivitas  menyusu digeser sebelum tengah malam, bayi tentu akan tidur lebih nyenyak. Tim  peneliti di bawah pimpinan Dr Ian St James-Roberts juga menemukan bahwa saat  disusui, bayi akan belajar melakukan pembedaan antara siang dan malam.  Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Diseases in Childhood ini  mengungkap, pemberian susu secara sering pada minggu pertama usia bayi merupakan  faktor signifikan yang menentukan pola tidur selanjutnya. Itulah mengapa para  peneliti berharap studi yang disebut behavioural programme ini bisa menjadi  rujukan bagi kalangan medis untuk mengatasi masalah tidur bayi. Secara garis  besar, bayi jadi lebih cerdas apabila kebutuhan tidurnya tercukupi. Jadi, jangan  usik pulasnya tidur si kecil jika ingin anak tumbuh  cerdas.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fkaitan-antara-tidur-dan-kecerdasan-anak%2F&amp;linkname=Kaitan%20antara%20Tidur%20dan%20Kecerdasan%20Anak"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/kaitan-antara-tidur-dan-kecerdasan-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1243/0/kk-20100326-kaitan-antara-tidur-dan-kecerdasan-anak.mp3" length="4717529" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Ibarat sebuah ponsel, sumber  tenaga manusia perlu di-charge kembali. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat.  Tidur pun merupakan bagian dari aktivitas alami pemulihan stamina. Tidur ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Ibarat sebuah ponsel, sumber  tenaga manusia perlu di-charge kembali. Tidur memungkinkan tubuh beristirahat.  Tidur pun merupakan bagian dari aktivitas alami pemulihan stamina. Tidur juga  diyakini membawa pengaruh pada perkembangan kesehatan jiwa individu yang  bersangkutan. Bahkan, kualitas tidur memiliki peran krusial pada kondisi  perkembangan kesehatan jiwa anak, di samping dapat meningkatkan sistem kekebalan  tubuhnya. Tidur memang tak berpengaruh langsung terhadap kecerdasan anak.  Maksudnya, tidur cukup saja tidak otomatis membuat anak pintar. Yang benar,  tidur cukup membuat fisik dan mental anak menjadi lebih kondusif. Nah, kondisi  inilah yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak.





Ketika energi berkurang dan tubuh  mulai letih, si kecil yang seolah tidak pernah capek bermain sering kali menjadi  rewel, bukan? Kondisi itu juga menyebabkan anak tak lagi bisa berkonsentrasi  menjalani aktivitasnya. Inilah saatnya si kecil perlu tidur. Dijamin, apabila  tidurnya cukup, anak akan segar kembali dan dapat bermain sambil berkonsentrasi  saat bereksplorasi. Jadi, bisa disimpulkan, tidur sangat mendukung perkembangan  kecerdasan anak. Sama halnya dengan anak yang bersekolah dari pagi hingga siang  hari. Sepulang sekolah, dalam keadaan letih, dia pasti akan sulit berkonsentrasi  ketika diminta mengulang pelajaran. Apabila dipaksakan, mungkin hasilnya nihil.  Lebih baik berikan kesempatan kepada anak untuk beristirahat agar energinya  kembali. Berdasarkan penelitian, selama tidur semua sel tubuh, termasuk sel  otot, hati, ginjal, tulang sumsum, dan sel otak, mengalami pemulihan.  Bermodalkan tubuh yang bugar inilah anak diasumsikan akan lebih semangat  melakukan sesuatu. Apalagi didukung oleh otak yang berfungsi dengan baik. Selain  itu, hormon-hormon pun lebih aktif diproduksi selagi tidur. Hal ini penting  untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi kerja otak dan melancarkan  pengangkutan asam amino dari darah ke otak. Dengan demikian, sel-sel saraf  semakin berkemungkinan memiliki pengetahuan yang permanen  sifatnya.





Penelitian yang dilansir di London  pada 1998 mengungkapkan bahwa bayi yang banyak tidur, perkembangan otaknya akan  optimal. Pasalnya, aktivitas tidur merupakan salah satu stimulus bagi proses  tumbuh kembang otak. Hal ini bisa dimengerti karena 75 persen hormon pertumbuhan  diproduksi saat anak tidur. Hormon pertumbuhan inilah yang bertugas merangsang  pertumbuhan tulang dan jaringan. Selain itu, hormon pertumbuhan juga  memungkinkan tubuh memperbaiki dan memperbarui seluruh sel dalam tubuh, dari sel  kulit, sel darah, sampai sel saraf otak. Nah, proses pembaruan sel ini akan  berlangsung lebih cepat kalau si bayi sering terlelap.





Para peneliti di  University of London, seperti dilansir BBC News baru-baru ini, mempelajari 600  bayi dengan rentang usia 1-12 minggu untuk melihat faktor yang menyebabkan  mereka bisa atau tidak bisa tidur sepanjang malam. Ditemukan, bayi yang disusui  lebih dari 11 kali dalam waktu 24 jam selama seminggu pertama akan mengurangi  waktu tidurnya hingga 12 minggu. Artinya, sampai berusia 12 minggu, si bayi  tidak menikmati tidurnya yang nyenyak sepanjang malam. Seandainya aktivitas  menyusu digeser sebelum tengah malam, bayi tentu akan tidur lebih nyenyak. Tim  peneliti di bawah pimpinan Dr Ian St James-Roberts juga menemukan bahwa saat  disusui, bayi akan belajar melakukan pembedaan antara siang dan malam.  Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Diseases in Childhood ini  mengungkap, pemberian susu secara sering pada minggu pertama usia bayi merupakan  faktor signifikan yang menentukan pola tidur selanjutnya. Itulah mengapa para  peneliti berharap studi yang disebut behavioural programme ini bisa menjadi  rujukan bagi kalangan medis untuk mengatasi masalah tidur bayi. Secara garis  besar, bayi jadi lebih cerdas apabila kebutuhan tidurnya tercukupi. Jadi, jangan  usik pulasnya tidur si kecil jika ingin anak tumbuh  cerdas.







</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Mengenali dan Mengasah Bakat Anak</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/cara-mengenali-dan-mengasah-bakat-anak/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/cara-mengenali-dan-mengasah-bakat-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Apr 2010 04:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1227</guid>
		<description><![CDATA[








Bakat tidak sama dengan kecerdasan. Bakat  lebih mengacu pada motorik maupun keterampilan yang ditampilkan anak. Dengan  kata lain, bakat bisa terlihat oleh orang lain. Cara yang dilakukan adalah  terus-menerus mengasah bakat melalui latihan. Bakat tidak akan berkembang bila  tak ada penguat, sehingga kemudian hilang. Selain bakat, mereka juga mempunyai  minat terhadap bidang yang digeluti. Adanya minat juga akan menguatkan bakat  tersebut.






Sedikit Bantuan


Bagaimana bisa mengetahui kalau anak kita berbakat? Menurut Dra.  Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting, anak-anak yang  berbakat umumnya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Bakat tidak sama dengan kecerdasan. Bakat  lebih mengacu pada motorik maupun keterampilan yang ditampilkan anak. Dengan  kata lain, bakat bisa terlihat oleh orang lain. Cara yang dilakukan adalah  terus-menerus mengasah bakat melalui latihan. Bakat tidak akan berkembang bila  tak ada penguat, sehingga kemudian hilang. Selain bakat, mereka juga mempunyai  minat terhadap bidang yang digeluti. Adanya minat juga akan menguatkan bakat  tersebut.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold; font-size: medium"><br />
Sedikit Bantuan<br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Bagaimana bisa mengetahui kalau anak kita berbakat? Menurut Dra.  Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting, anak-anak yang  berbakat umumnya lebih cepat menguasai bidang tertentu dibanding anak lain,  tanpa mengeluarkan usaha keras. Contohnya anak yang berbakat menyanyi, akan  lebih mudah mengenali not, ketajaman nadanya juga bagus. Anak yang berbakat  dalam bidang linguistik atau bahasa, bisa meniru atau menghafal bahasa asing  lebih cepat. Begitu anak yang mempunyai bakat menggambar atau melukis. Kualitas  garis yang dimiliki anak tersebut akan terlihat lebih halus. Mereka mengerti  warna, komposisi yang dibuat juga lebih bagus dan menarik. Anak yang berbakat  juga bisa mempelajari sesuatu dengan cara berbeda dibanding anak lain. “Anak  berbakat hanya memerlukan sedikit bantuan dari orang dewasa. Mereka kerap  memecahkan masalah dengan caranya sendiri,” ungkap perempuan yang menyelesaikan  MA dalam bidang Applied Anthropology &amp; Community and Youth Work Goldsmith  College University of London. Anak yang senang mengutak-atik mainan merupakan  wujud dari minatnya terhadap benda tersebut. Baginya, mengutak-atik mainan  merupakan eksplorasi dari keingintahuannya lebih lanjut. Anak yang mempunyai  bakat biasanya juga mampu memotivasi diri sendiri untuk mempelajari hal-hal yang  sangat disukainya. Anak yang senang bermain piano atau berenang tak hanya  berlatih saat gurunya datang. Mereka akan berlatih piano atau berenang tanpa  disuruh. “Idealnya, bakat yang dimiliki oleh anak sejalan dengan minatnya.  Dengan begitu, potensi atau kemampuan yang dimiliki anak akan tergali secara  optimal, sehingga anak mampu berprestasi,” tutur Clara.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold; font-size: medium;"><br />
Bangkitkan Minat<br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Sayangnya tak semua bisa  berjalan beriringan antara bakat dan minat. Ada anak berbakat yang ternyata  tidak berminat dengan bakat yang dimilikinya. Bila ini terjadi, kata psikolog  lulusan UI ini, diperlukan dukungan lebih banyak dari orangtua, agar bakat anak  bisa terasah secara optimal.</p>
<p>Kalau tidak mendapat dukungan dari orangtua  atau dibangkitkan minatnya, bakat yang dimiliki anak tidak akan berkembang. Bisa  saja anak tersebut agak lambat untuk mengembangkan kemampuannya, terutama ketika  menyadari bahwa ia mempunyai bakat dalam bidang tertentu. Madonna contohnya. Di  usia 40 tahun, saat sudah mempunyai dua anak, ia membuat buku anak.</p>
<p>Bakat yang dimilikinya baru disadari saat dirinya menjadi seorang ibu.  Sebenarnya hal serupa juga bisa terjadi pada anak yang mempunyai minat dalam  bidang tertentu, tetapi tidak berbakat. Contohnya anak ingin mengikuti Indonesia  Idol, tetapi tidak mempunyai bakat menyanyi. Nah, pada anak tipe ini, dibutuhkan  usaha yang lebih keras dibandingkan anak berbakat. Caranya tentu saja dengan  mengikuti les vokal untuk mendapat suara yang baik. Yang penting, tambah Clara,  orangtua perlu memperkaya minat anak.</p>
<p>Jangan sampai anak hanya terpaku  dengan satu minat saja. Anak yang berminat pada sepakbola, misalnya, sebaiknya  juga dikenalkan dengan kegiatan lain. “Katakan pada anak bahwa olahraga tidak  hanya sepakbola. Masih ada kegiatan lain, seperti seni, yang bisa dikenalkan,”  kata Clara. Cara mudahnya adalah dengan mengenalkan anak kepada teman-teman  sebaya yang mempunyai beragam minat dan bakat.</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Lakukan Tes Bakat Ada beberapa  cara untuk mengenali bakat anak, yaitu:</p>
<p>1. Melihat tingkah laku anak.  Kegiatan apa yang sering dilakukannya? Anak lebih berminat pada hal-hal apa?</p>
<p>2. Mengikuti perkembangan anak dengan cermat.</p>
<p>3. Memberikan  berbagai macam stimulus atau rangsangan kepada anak, misalnya dengan memberikan  les atau permainan yang variatif.</p>
<p>4. Melakukan tes psikologi (tes bakat)  untuk melihat kelebihan dan kelemahan anak. Tes ini bisa dilakukan saat anak  berusia 7 tahun atau saat masuk sekolah. Pada usia tersebut sudah terlihat bakat  serta minat anak.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold; font-size: medium;"><br />
Bakat  Saja Tidak Cukup!<br />
</span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Psikolog Clara Kriswanto  menegaskan bahwa bakat saja tidak cukup. Setidaknya diperlukan tiga hal lain  yang akan mengasah potensi anak :</p>
<p>a. Harus ada dukungan dari orangtua  maupun lingkungan</p>
<p>Dukungan yang diberikan tak hanya dalam bentuk materi,  tetapi juga dukungan moril. Memberikan pujian (tanpa berlebihan dan terlalu  sering) saat anak menunjukkan kemampuan juga menjadi bentuk dukungan. Bentuk  dukungan juga bisa diberikan dengan tidak membanding-bandingkan anak dengan  saudara atau temannya, apalagi sampai mendapat label negatif.</p>
<p>b. Tidak  berhenti berusaha</p>
<p>Kalau anak tidak berminat, padahal mempunyai bakat di  bidang seni atau olahraga, hendaknya orangtua tidak menyerah. Bisa saja anak  merasa malas karena terlalu banyak les, hingga kelelahan. Ada baiknya tidak  mengikutkan les terlalu banyak bagi anak. Orangtua hendaknya tidak memaksakan  kehendak pada anak. Hukuman fisik seperti mencubit atau memukul saat anak tidak  berlatih harus dihindari. Hukuman dapat membuat anak tidak tertarik pada  kegiatan tersebut.</p>
<p>c. Berikan fasilitas yang memadai</p>
<p>Fasilitas  yang diberikan tidak harus selalu mahal. Sediakan fasilitas sesuai kemampuan  orangtua</span></div>
</tr>
</td>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fcara-mengenali-dan-mengasah-bakat-anak%2F&amp;linkname=Cara%20Mengenali%20dan%20Mengasah%20Bakat%20Anak"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/cara-mengenali-dan-mengasah-bakat-anak/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1227/0/kk-20100412-cara-mengenali-dan-mengasah-bakat-anak.mp3" length="3557588" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Bakat tidak sama dengan kecerdasan. Bakat  lebih mengacu pada motorik maupun keterampilan yang ditampilkan anak. Dengan  kata lain, bakat bisa terlihat oleh orang ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Bakat tidak sama dengan kecerdasan. Bakat  lebih mengacu pada motorik maupun keterampilan yang ditampilkan anak. Dengan  kata lain, bakat bisa terlihat oleh orang lain. Cara yang dilakukan adalah  terus-menerus mengasah bakat melalui latihan. Bakat tidak akan berkembang bila  tak ada penguat, sehingga kemudian hilang. Selain bakat, mereka juga mempunyai  minat terhadap bidang yang digeluti. Adanya minat juga akan menguatkan bakat  tersebut.





Sedikit Bantuan



Bagaimana bisa mengetahui kalau anak kita berbakat? Menurut Dra.  Clara Kriswanto, MA, CPBC, psikolog dari Jagadnita Consulting, anak-anak yang  berbakat umumnya lebih cepat menguasai bidang tertentu dibanding anak lain,  tanpa mengeluarkan usaha keras. Contohnya anak yang berbakat menyanyi, akan  lebih mudah mengenali not, ketajaman nadanya juga bagus. Anak yang berbakat  dalam bidang linguistik atau bahasa, bisa meniru atau menghafal bahasa asing  lebih cepat. Begitu anak yang mempunyai bakat menggambar atau melukis. Kualitas  garis yang dimiliki anak tersebut akan terlihat lebih halus. Mereka mengerti  warna, komposisi yang dibuat juga lebih bagus dan menarik. Anak yang berbakat  juga bisa mempelajari sesuatu dengan cara berbeda dibanding anak lain. ldquo;Anak  berbakat hanya memerlukan sedikit bantuan dari orang dewasa. Mereka kerap  memecahkan masalah dengan caranya sendiri,rdquo; ungkap perempuan yang menyelesaikan  MA dalam bidang Applied Anthropology #38; Community and Youth Work Goldsmith  College University of London. Anak yang senang mengutak-atik mainan merupakan  wujud dari minatnya terhadap benda tersebut. Baginya, mengutak-atik mainan  merupakan eksplorasi dari keingintahuannya lebih lanjut. Anak yang mempunyai  bakat biasanya juga mampu memotivasi diri sendiri untuk mempelajari hal-hal yang  sangat disukainya. Anak yang senang bermain piano atau berenang tak hanya  berlatih saat gurunya datang. Mereka akan berlatih piano atau berenang tanpa  disuruh. ldquo;Idealnya, bakat yang dimiliki oleh anak sejalan dengan minatnya.  Dengan begitu, potensi atau kemampuan yang dimiliki anak akan tergali secara  optimal, sehingga anak mampu berprestasi,rdquo; tutur Clara.





Bangkitkan Minat 



Sayangnya tak semua bisa  berjalan beriringan antara bakat dan minat. Ada anak berbakat yang ternyata  tidak berminat dengan bakat yang dimilikinya. Bila ini terjadi, kata psikolog  lulusan UI ini, diperlukan dukungan lebih banyak dari orangtua, agar bakat anak  bisa terasah secara optimal.

Kalau tidak mendapat dukungan dari orangtua  atau dibangkitkan minatnya, bakat yang dimiliki anak tidak akan berkembang. Bisa  saja anak tersebut agak lambat untuk mengembangkan kemampuannya, terutama ketika  menyadari bahwa ia mempunyai bakat dalam bidang tertentu. Madonna contohnya. Di  usia 40 tahun, saat sudah mempunyai dua anak, ia membuat buku anak.

Bakat yang dimilikinya baru disadari saat dirinya menjadi seorang ibu.  Sebenarnya hal serupa juga bisa terjadi pada anak yang mempunyai minat dalam  bidang tertentu, tetapi tidak berbakat. Contohnya anak ingin mengikuti Indonesia  Idol, tetapi tidak mempunyai bakat menyanyi. Nah, pada anak tipe ini, dibutuhkan  usaha yang lebih keras dibandingkan anak berbakat. Caranya tentu saja dengan  mengikuti les vokal untuk mendapat suara yang baik. Yang penting, tambah Clara,  orangtua perlu memperkaya minat anak.

Jangan sampai anak hanya terpaku  dengan satu minat saja. Anak yang berminat pada sepakbola, misalnya, sebaiknya  juga dikenalkan dengan kegiatan lain. ldquo;Katakan pada anak bahwa olahraga tidak  hanya sepakbola. Masih ada kegiatan lain, seperti seni, yang bisa dikenalkan,rdquo;  kata Clara. Cara mudahnya adalah dengan mengenalkan anak kepada teman-teman  sebaya yang mempunyai beragam minat dan bakat.




Lakukan Tes Bakat Ada beberapa  cara untuk mengenali bakat anak, yaitu:

1. Melihat tingkah laku anak.  Kegiatan apa yang sering dilakukannya? Anak lebih berminat pada hal-hal apa?

2. Mengi...</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>5 Khasiat Air Kelapa Muda Bagi Ibu Hamil</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/5-khasiat-air-kelapa-muda-bagi-ibu-hamil/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/5-khasiat-air-kelapa-muda-bagi-ibu-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Apr 2010 04:21:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1215</guid>
		<description><![CDATA[








Di kalangan masyarakat, ada tradisi turun-temurun yang menyarankan ibu hamil agar memperbanyak minum air kelapa muda, terutama dari kelapa hijau. Konon katanya bila rajin minum air kelapa muda– terutama di trimester ketiga kehamilan–maka air ketuban akan bersih dan bayi yang dilahirkan juga bersih kulitnya, lebat rambutnya dan bening matanya.
Apakah betul demikian?
Sejauh ini belum ada penelitian yang secara ilmiah membuktikan kebenaran saran tersebut. Namun, air kelapa muda memang mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi ibu hamil. Zat-zat itulah yang barangkali secara tidak langsung membuat bayi menjadi lebih sehat sebagaimana disebutkan dalam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Di kalangan masyarakat, ada tradisi turun-temurun yang menyarankan ibu hamil agar memperbanyak minum air kelapa muda, terutama dari kelapa hijau. Konon katanya bila rajin minum air kelapa muda– terutama di trimester ketiga kehamilan–maka air ketuban akan bersih dan bayi yang dilahirkan juga bersih kulitnya, lebat rambutnya dan bening matanya.</p>
<p>Apakah betul demikian?</p>
<p>Sejauh ini belum ada penelitian yang secara ilmiah membuktikan kebenaran saran tersebut. Namun, air kelapa muda memang mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi ibu hamil. Zat-zat itulah yang barangkali secara tidak langsung membuat bayi menjadi lebih sehat sebagaimana disebutkan dalam saran tradisional itu.</p>
<p>1. Elektrolit Alami</p>
<p>Air kelapa muda kaya dengan kandungan elektrolit, klorida, kalsium, potasium, magnesium, sodium, dan riboflavin. Sebagai isotonik alami yang kaya mineral dan memiliki elektrolit sama dengan elektrolit tubuh, air kelapa muda sangat bermanfaat untuk rehidrasi dan memulihkan stamina tubuh. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak air dibandingkan orang lain. Dehidrasi selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk sakit kepala, kram, edema dan bahkan kontraksi yang dapat menyebabkan persalinan prematur.</p>
<p>2. Diuretik Alami</p>
<p>Sebagai diuretik natural yang steril, air kelapa muda melancarkan air seni dan membantu membersihkan saluran kemih. Hal ini berkhasiat mengeluarkan zat-zat toksin dari tubuh dan mencegah infeksi saluran kemih– yang juga cukup umum terjadi pada wanita hamil.</p>
<p>3. Antipenyakit</p>
<p>Air kelapa muda mengandung asam lauric, asam yang membantu melawan penyakit. Asam lauric yang terkandung dalam air kelapa sama dengan yang terdapat di air susu ibu dan memiliki karakteristik antijamur, antibakteri dan antivirus sehingga menjaga kesehatan ibu dan bayi dari virus seperti herpes dan HIV, protozoa giardia lamblia serta bakteri klamidia dan heliokobater.</p>
<p>4. Membantu Pencernaan</p>
<p>Air kelapa juga dipercaya memperbaiki fungsi pencernaan. Selama kehamilan, plasenta memproduksi hormon progesteron yang memperlambat kontraksi otot lambung sehingga pencernaan pun melambat. Air kelapa dapat membantu meningkatkan kecepatan pencernaan.</p>
<p>5. Meningkatkan HDL</p>
<p>Air kelapa muda tidak mengandung lemak dan kolesterol, bahkan menurut riset dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Bila Anda tidak bisa mendapatkan air kelapa yang segar, kini telah tersedia air kelapa murni dalam kemasan siap minum yang dapat dibeli di supermarket.<br />
</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2F5-khasiat-air-kelapa-muda-bagi-ibu-hamil%2F&amp;linkname=5%20Khasiat%20Air%20Kelapa%20Muda%20Bagi%20Ibu%20Hamil"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/5-khasiat-air-kelapa-muda-bagi-ibu-hamil/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1215/0/kk-20100409-manfaat-air-kelapa-muda-untuk-ibu-hamil.mp3" length="3500118" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Di kalangan masyarakat, ada tradisi turun-temurun yang menyarankan ibu hamil agar memperbanyak minum air kelapa muda, terutama dari kelapa hijau. Konon katanya bila rajin minum ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Di kalangan masyarakat, ada tradisi turun-temurun yang menyarankan ibu hamil agar memperbanyak minum air kelapa muda, terutama dari kelapa hijau. Konon katanya bila rajin minum air kelapa mudandash; terutama di trimester ketiga kehamilanndash;maka air ketuban akan bersih dan bayi yang dilahirkan juga bersih kulitnya, lebat rambutnya dan bening matanya.

Apakah betul demikian?

Sejauh ini belum ada penelitian yang secara ilmiah membuktikan kebenaran saran tersebut. Namun, air kelapa muda memang mengandung berbagai zat yang bermanfaat bagi ibu hamil. Zat-zat itulah yang barangkali secara tidak langsung membuat bayi menjadi lebih sehat sebagaimana disebutkan dalam saran tradisional itu.

1. Elektrolit Alami

Air kelapa muda kaya dengan kandungan elektrolit, klorida, kalsium, potasium, magnesium, sodium, dan riboflavin. Sebagai isotonik alami yang kaya mineral dan memiliki elektrolit sama dengan elektrolit tubuh, air kelapa muda sangat bermanfaat untuk rehidrasi dan memulihkan stamina tubuh. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak air dibandingkan orang lain. Dehidrasi selama kehamilan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk sakit kepala, kram, edema dan bahkan kontraksi yang dapat menyebabkan persalinan prematur.

2. Diuretik Alami

Sebagai diuretik natural yang steril, air kelapa muda melancarkan air seni dan membantu membersihkan saluran kemih. Hal ini berkhasiat mengeluarkan zat-zat toksin dari tubuh dan mencegah infeksi saluran kemihndash; yang juga cukup umum terjadi pada wanita hamil.

3. Antipenyakit

Air kelapa muda mengandung asam lauric, asam yang membantu melawan penyakit. Asam lauric yang terkandung dalam air kelapa sama dengan yang terdapat di air susu ibu dan memiliki karakteristik antijamur, antibakteri dan antivirus sehingga menjaga kesehatan ibu dan bayi dari virus seperti herpes dan HIV, protozoa giardia lamblia serta bakteri klamidia dan heliokobater.

4. Membantu Pencernaan

Air kelapa juga dipercaya memperbaiki fungsi pencernaan. Selama kehamilan, plasenta memproduksi hormon progesteron yang memperlambat kontraksi otot lambung sehingga pencernaan pun melambat. Air kelapa dapat membantu meningkatkan kecepatan pencernaan.

5. Meningkatkan HDL

Air kelapa muda tidak mengandung lemak dan kolesterol, bahkan menurut riset dapat meningkatkan kolesterol baik (HDL) di dalam tubuh. Bila Anda tidak bisa mendapatkan air kelapa yang segar, kini telah tersedia air kelapa murni dalam kemasan siap minum yang dapat dibeli di supermarket.





</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Gizi Untuk Otak Si Kecil</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/gizi-untuk-otak-si-kecil/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/gizi-untuk-otak-si-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 04:53:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1205</guid>
		<description><![CDATA[







ASI mengandung nutrisi-nutrisi yang dapat  mendorong proses perkembangan saraf dan otak dengan komposisi tetap sesuai  kebutuhan bayi. Karena itu, beragam produk susu formula berupaya agar kandungan  nutrisinya mendekati ASI. Nutrisi itu antara lain LC-PUFA, taurin, seng, besi.
- Asam lemak tak jenuh rantai panjang ( LC-PUFA) Dikenal dengan sebutan  AA (asam arakidonat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat). Asupan AA dan DHA  dibutuhkan untuk perkembangan optimal retina mata bayi selama masa periode awal  kehidupannya. Kedua asam lemak ini juga membantu perkembangan jaringan saraf dan  meningkatkan kemampuan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">ASI mengandung nutrisi-nutrisi yang dapat  mendorong proses perkembangan saraf dan otak dengan komposisi tetap sesuai  kebutuhan bayi. Karena itu, beragam produk susu formula berupaya agar kandungan  nutrisinya mendekati ASI. Nutrisi itu antara lain LC-PUFA, taurin, seng, besi.</p>
<p>- Asam lemak tak jenuh rantai panjang ( LC-PUFA) Dikenal dengan sebutan  AA (asam arakidonat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat). Asupan AA dan DHA  dibutuhkan untuk perkembangan optimal retina mata bayi selama masa periode awal  kehidupannya. Kedua asam lemak ini juga membantu perkembangan jaringan saraf dan  meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.</p>
<p>- Taurin Terdapat dalam  beberapa jaringan tubuh. Kadar yang tinggi terdapat pada otak dan retina. Ini  adalah asam amino bebas yang konsentrasi tertingginya ada di otak yang sedang  berkembang. Pada otak orang dewasa, konsentrasi tertingginya dipegang asam  glutamat, baru setelahnya taurin. Beragam studi menyebut, taurin berperan dalam  berbagai proses metabolisme, juga dalam neuromodulasi (proses modifikasi  aktivitas saraf dan transmisi rangsangan saraf) susunan saraf pusat, metabolisme  otak dan retina, serta pertumbuhan otot.</p>
<p>- Seng Selama periode  pertumbuhan, seng memengaruhi perkembangan otak dan tingkah laku. Juga berperan  dalam hubungannya dengan defisit aktivitas, perhatian, dan perkembangan motorik.  Kekurangan seng bisa menyebabkan gangguan emosi, perhatian, dan memori. Hal itu  pernah diteliti pada mencit.</p>
<p>- Besi Nutrisi mikro yang penting bagi otak  bayi. Nutrisi paling esensial dalam fungsi kognitif otak bayi ini juga berguna  sebagai kofaktor (senyawa nonprotein yang membantu kerja enzim) berbagai enzim.  Bila kekurangan zat ini, perkembangan mental dan psikomotor bayi bisa  terganggu.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fgizi-untuk-otak-si-kecil%2F&amp;linkname=Gizi%20Untuk%20Otak%20Si%20Kecil"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/gizi-untuk-otak-si-kecil/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1205/0/kk-20100408-gizi-untuk-otak-si-kecil.mp3" length="1384827" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>ASI mengandung nutrisi-nutrisi yang dapat  mendorong proses perkembangan saraf dan otak dengan komposisi tetap sesuai  kebutuhan bayi. Karena itu, beragam produk susu formula ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>ASI mengandung nutrisi-nutrisi yang dapat  mendorong proses perkembangan saraf dan otak dengan komposisi tetap sesuai  kebutuhan bayi. Karena itu, beragam produk susu formula berupaya agar kandungan  nutrisinya mendekati ASI. Nutrisi itu antara lain LC-PUFA, taurin, seng, besi.

- Asam lemak tak jenuh rantai panjang ( LC-PUFA) Dikenal dengan sebutan  AA (asam arakidonat) dan DHA (asam dokosaheksaenoat). Asupan AA dan DHA  dibutuhkan untuk perkembangan optimal retina mata bayi selama masa periode awal  kehidupannya. Kedua asam lemak ini juga membantu perkembangan jaringan saraf dan  meningkatkan kemampuan memecahkan masalah.

- Taurin Terdapat dalam  beberapa jaringan tubuh. Kadar yang tinggi terdapat pada otak dan retina. Ini  adalah asam amino bebas yang konsentrasi tertingginya ada di otak yang sedang  berkembang. Pada otak orang dewasa, konsentrasi tertingginya dipegang asam  glutamat, baru setelahnya taurin. Beragam studi menyebut, taurin berperan dalam  berbagai proses metabolisme, juga dalam neuromodulasi (proses modifikasi  aktivitas saraf dan transmisi rangsangan saraf) susunan saraf pusat, metabolisme  otak dan retina, serta pertumbuhan otot.

- Seng Selama periode  pertumbuhan, seng memengaruhi perkembangan otak dan tingkah laku. Juga berperan  dalam hubungannya dengan defisit aktivitas, perhatian, dan perkembangan motorik.  Kekurangan seng bisa menyebabkan gangguan emosi, perhatian, dan memori. Hal itu  pernah diteliti pada mencit.

- Besi Nutrisi mikro yang penting bagi otak  bayi. Nutrisi paling esensial dalam fungsi kognitif otak bayi ini juga berguna  sebagai kofaktor (senyawa nonprotein yang membantu kerja enzim) berbagai enzim.  Bila kekurangan zat ini, perkembangan mental dan psikomotor bayi bisa  terganggu.




</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Membentuk Anak Cerdas Sejak Hamil</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/membentuk-anak-cerdas-sejak-hamil/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/membentuk-anak-cerdas-sejak-hamil/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 04:09:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1200</guid>
		<description><![CDATA[







Ibu sangat besar perannya dalam  membentuk kecerdasan anak, sejak masih dalam kandungan sampai lahir. Ibu harus  mengerti betul soal gizi buat dirinya maupun bayi yang telah lahir. Supaya bayi  selain sehat juga bertumbuh tingkat kecerdasannya. Otak terletak di dalam  tengkorak yang berhubungan langsung dengan sumsum tulang belakang, serta  membentuk suatu sistem saraf pusat. Dibandingkan dengan seluruh berat badan,  berat otak hanya mencapai 2 – 3 persen. Tetapi peranan otak sangat besar dalam  kehidupan sehari hari. Meskipun beratnya sangat kecil, tetapi kebutuhannya akan  ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Ibu sangat besar perannya dalam  membentuk kecerdasan anak, sejak masih dalam kandungan sampai lahir. Ibu harus  mengerti betul soal gizi buat dirinya maupun bayi yang telah lahir. Supaya bayi  selain sehat juga bertumbuh tingkat kecerdasannya. Otak terletak di dalam  tengkorak yang berhubungan langsung dengan sumsum tulang belakang, serta  membentuk suatu sistem saraf pusat. Dibandingkan dengan seluruh berat badan,  berat otak hanya mencapai 2 – 3 persen. Tetapi peranan otak sangat besar dalam  kehidupan sehari hari. Meskipun beratnya sangat kecil, tetapi kebutuhannya akan  oksigen dan glukosa, paling banyak dibandingkan dengan organ organ lainnya.</p>
<p>Pada orang dewasa, diperlukan 600 mililiter oksigen (25 persen dari  total konsumsi oksigen oleh tubuh) dan 100 mililiter glukosa per menit.  Kebutuhan sebanyak itu harus dibawa oleh satu liter darah (20 persen dari  seluruh darah yang dikeluar¬kan jantung setiap menit) yang mengalir ke otak.  Terhentinya aliran darah selama tiga menit saja dapat mengakibatkan kerusakan  sel otak, sedangkan aliran darah yang berhenti selama lebih dari sembilan menit  akan mengakibatkan kematian.</p>
<p>Susunan otak sangat rumit, tetapi secara  sederhana dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu otak besar (cerebrum) dan  otak kecil (cerebellum). Otak besar merupakan 70 persen dari seluruh isi otak,  serta bertanggungjawab terhadap tingkat kecerdasan dan kemampuan berpikir kita.  Dalam otak besar inilah, informasi yang diterima oleh organ penginderaan diolah,  disimpulkan dan ditanggapi. Otak kecil bervolume kira kira 10 persen dari  seluruh otak, berfungsi sebagai pengontrol koordinasi dan keseimbangan.<br />
<br /><span style="font-style: italic;">Tingkat Kecerdasan </span></p>
<p>Kecerdasan adalah suatu kemampuan mental yang dibawa oleh  individu sejak lahir, untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru serta  memecahkan permasalahan permasalahan secara cepat dan tepat. Tingkat kecerdasan  anak sangat ditentukan oleh keadaan otak dan dipengaruhi oleh banyak faktor,  seperti: sifat genetis, lingkungan (fasilitas, sosial ekonomi keluarga),  motivasi dan status gizinya. Kepandaian seseorang dapat diukur dengan alat  electro encephalogram (EEG), alat positron emission tomography (PET) dan tes IQ.</p>
<p>Alat EEG dapat menangkap dan mencatat gelombang arus yang dipancarkan  oleh otak. Sedangkan alat PET, mencatat reaksi otak terhadap suatu permasalahan.  Otak yang cerdas, hanya memerlukan sedikit reaksi untuk memecahkan masalah.  Sedangkan yang kurang cerdas, tampak akan mengerahkan hampir semua bagian  otaknya untuk menjawab permasalahan yang sama. Tes IQ sejak lama telah dipakai.  Tes ini sebagai salah satu cara untuk menduga tingkat kecerdasan seseorang.  Orang orang yang terkenal, terbukti memiliki IQ yang tinggi.</p>
<p>Misalnya,  Albert Einstein yang sangat ahli dalam bidang fisika, matematika dan juga pemain  biola yang sangat piawai itu memiliki IQ 172 (72 persen lebih tinggi dari orang  kebanyakan).Perkembangan otak manusia dimulai sejak ia masih berupa janin di  dalam kandungan. Oleh karena itu para ibu hamil dituntut untuk senantiasa  menciptakan status gizi yang baik dan pera¬watan yang memadai, agar bayi yang  kelak dilahirkan mengalami proses tumbuh kembang yang optimum.</p>
<p><span style="font-style: italic;">Kekurangan Energi </span></p>
<p>Keadaan gizi ibu ibu  hamil sangat erat hubungannya dengan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Ibu  ibu hamil adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap  masalah masalah gizi, terutama masalah kekurangan energi dan protein (KEP).</p>
<p>Bayi yang dilahirkan oleh para ibu dengan kondisi KEP, akan mempunyai  berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2,5 kg. Kondisi BBLR akan  sangat berpengaruh terhadap perkem¬bangan kesehatan anak selanjutnya. Selain  kekurangan gizi, bayi yang baru lahir tersebut juga akan mengalami kemunduran  perkembangan otak. Hal ini akan berakibat terjadinya penurunan kemam¬puan  belajar dan kemampuan akademik pada usia yang lebih lanjut.</p>
<p>Selain itu,  bayi BBLR mempunyai kemungkinan meninggal sebelum usia satu tahun, 17 kali lebih  besar dibandingkan dengan anak yang dilahirkan dengan berat badan normal.  Ibu-ibu hamil yang cukup gizi akan mengalami pertambahan berat badan rata rata  sebesar 12,5 kg selama 9 bulan kehamilannya dan akan melahirkan bayi dengan  berat badan rata rata 3,3 kg. Untuk mencapai kondisi tersebut, ibu hamil harus  cukup mengonsumsi bahan bahan makanan sumber energi, protein, vitamin dan  mineral.</p>
<p>Rata rata tambahan energi yang diperlukan selama masa  kehamilan, adalah 80.000 kilokalori. Jumlah tersebut terbagi atas 150 kilokalori  per hari selama trimester (tiga bulan) pertama, 350 kilokalori per hari selama  trimester kedua dan ketiga masa kehamilan. Tambahan protein yang diperlukan  untuk mencapai keadaan normal tersebut adalah 925 gram, yaitu rata rata 3,3 gram  per hari selama masa kehamilannya. Tambahan protein yang diperlukan selama  trimester pertama, kedua dan ketiga masing masing 1,2; 6,1 dan 10,7 gram per  hari.</p>
<p>Selain itu diperlukan juga tambahan vitamin dan mineral yang dapat  diperoleh dari sayuran dan buah-buahan. Kondisi KEP pada ibu ibu hamil, sudah  barang tentu akan berpengaruh besar terhadap anatomi otak bayi yang kelak  dilahirkan. Yaitu menyangkut berat otak, jumlah sel otak dan besar sel otak.  Telah diketahui bahwa anatomi otak sangat berhubungan erat dengan tingkat  kecerdasan anak di kemudian hari. Hal lain yang juga perlu diperhatikan adalah  konsumsi asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang (PUFA).</p>
<p>Termasuk ke  dalam kelompok PUFA adalah asam lemak Omega-3 dan asam lemak Omega-6. Asam lemak  Omega-3 yang umumnya terdapat pada lemak ikan laut, terdiri dari asam lemak  linolenat, asam eikosapentanoat (eicosapentanoic acid = EPA) dan asam  dokosaheksanoat (docosahexanoic acid = DHA), yang masing-masing terdiri dari 3,5  dan 6 buah ikatan rangkap. Asam lemak Omega-6 yang umumnya terdapat pada lemak  biji-bijian, terdiri dari asam linolenat dan asam arakhidonat. Asam lemak  Omega-3, khususnya DHA, telah diketahui sangat besar peranannya dalam  perkembangan otak. Sehingga keberadaannya sangat diperlukan pada masa  pertumbuhan otak seseorang, yaitu sejak masa janin hingga usia 2 tahun setelah  kelahiran. Selain diperoleh dari ikan dan minyak ikan laut, saat ini beberapa  industri pangan telah melakukan penambahan asam lemak DHA ke dalam susu untuk  ibu hamil, maupun susu formula bayi.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fmembentuk-anak-cerdas-sejak-hamil%2F&amp;linkname=Membentuk%20Anak%20Cerdas%20Sejak%20Hamil"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/membentuk-anak-cerdas-sejak-hamil/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1200/0/kk-20100407-membentuk-anak-cerdas-sejak-hamil.mp3" length="7861627" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Ibu sangat besar perannya dalam  membentuk kecerdasan anak, sejak masih dalam kandungan sampai lahir. Ibu harus  mengerti betul soal gizi buat dirinya maupun ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Ibu sangat besar perannya dalam  membentuk kecerdasan anak, sejak masih dalam kandungan sampai lahir. Ibu harus  mengerti betul soal gizi buat dirinya maupun bayi yang telah lahir. Supaya bayi  selain sehat juga bertumbuh tingkat kecerdasannya. Otak terletak di dalam  tengkorak yang berhubungan langsung dengan sumsum tulang belakang, serta  membentuk suatu sistem saraf pusat. Dibandingkan dengan seluruh berat badan,  berat otak hanya mencapai 2 ndash; 3 persen. Tetapi peranan otak sangat besar dalam  kehidupan sehari hari. Meskipun beratnya sangat kecil, tetapi kebutuhannya akan  oksigen dan glukosa, paling banyak dibandingkan dengan organ organ lainnya.

Pada orang dewasa, diperlukan 600 mililiter oksigen (25 persen dari  total konsumsi oksigen oleh tubuh) dan 100 mililiter glukosa per menit.  Kebutuhan sebanyak itu harus dibawa oleh satu liter darah (20 persen dari  seluruh darah yang dikeluarnot;kan jantung setiap menit) yang mengalir ke otak.  Terhentinya aliran darah selama tiga menit saja dapat mengakibatkan kerusakan  sel otak, sedangkan aliran darah yang berhenti selama lebih dari sembilan menit  akan mengakibatkan kematian.

Susunan otak sangat rumit, tetapi secara  sederhana dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu otak besar (cerebrum) dan  otak kecil (cerebellum). Otak besar merupakan 70 persen dari seluruh isi otak,  serta bertanggungjawab terhadap tingkat kecerdasan dan kemampuan berpikir kita.  Dalam otak besar inilah, informasi yang diterima oleh organ penginderaan diolah,  disimpulkan dan ditanggapi. Otak kecil bervolume kira kira 10 persen dari  seluruh otak, berfungsi sebagai pengontrol koordinasi dan keseimbangan.
Tingkat Kecerdasan 

Kecerdasan adalah suatu kemampuan mental yang dibawa oleh  individu sejak lahir, untuk menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru serta  memecahkan permasalahan permasalahan secara cepat dan tepat. Tingkat kecerdasan  anak sangat ditentukan oleh keadaan otak dan dipengaruhi oleh banyak faktor,  seperti: sifat genetis, lingkungan (fasilitas, sosial ekonomi keluarga),  motivasi dan status gizinya. Kepandaian seseorang dapat diukur dengan alat  electro encephalogram (EEG), alat positron emission tomography (PET) dan tes IQ.

Alat EEG dapat menangkap dan mencatat gelombang arus yang dipancarkan  oleh otak. Sedangkan alat PET, mencatat reaksi otak terhadap suatu permasalahan.  Otak yang cerdas, hanya memerlukan sedikit reaksi untuk memecahkan masalah.  Sedangkan yang kurang cerdas, tampak akan mengerahkan hampir semua bagian  otaknya untuk menjawab permasalahan yang sama. Tes IQ sejak lama telah dipakai.  Tes ini sebagai salah satu cara untuk menduga tingkat kecerdasan seseorang.  Orang orang yang terkenal, terbukti memiliki IQ yang tinggi.

Misalnya,  Albert Einstein yang sangat ahli dalam bidang fisika, matematika dan juga pemain  biola yang sangat piawai itu memiliki IQ 172 (72 persen lebih tinggi dari orang  kebanyakan).Perkembangan otak manusia dimulai sejak ia masih berupa janin di  dalam kandungan. Oleh karena itu para ibu hamil dituntut untuk senantiasa  menciptakan status gizi yang baik dan peranot;watan yang memadai, agar bayi yang  kelak dilahirkan mengalami proses tumbuh kembang yang optimum.

Kekurangan Energi 

Keadaan gizi ibu ibu  hamil sangat erat hubungannya dengan berat badan bayi yang akan dilahirkan. Ibu  ibu hamil adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat rawan terhadap  masalah masalah gizi, terutama masalah kekurangan energi dan protein (KEP).

Bayi yang dilahirkan oleh para ibu dengan kondisi KEP, akan mempunyai  berat badan lahir rendah (BBLR) yaitu kurang dari 2,5 kg. Kondisi BBLR akan  sangat berpengaruh terhadap perkemnot;bangan kesehatan anak selanjutnya. Selain  kekurangan gizi, bayi yang baru lahir tersebut juga akan mengalami kemunduran  perkembangan otak. Hal ini akan berakibat terjadinya penurunan kemamnot;puan  belajar dan kemampuan akademik pada usia yang lebih lanjut.

Selain itu,  bayi BBLR mempunyai kemungkina...</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Kenali Arti Tangisan Bayi</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/kenali-arti-tangisan-bayi/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/kenali-arti-tangisan-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 03:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1195</guid>
		<description><![CDATA[







&#8220;Dari sejak ia lahir, bayi Anda  berusaha berkomunikasi dengan Anda. Ia akan secara konstan berusaha menyampaikan  kebutuhannya,&#8221; terang George Herman, ahli hipnoterapi dari Mind Clinic, pada  talkshow Memahami Baby Talk di RSIA Bunda beberapa waktu lalu. Pada usia 0-3  bulan hidupnya, kecerdasan bayi belum sepenuhnya terbentuk, karena itu ia tak  bisa menyampaikan keinginannya. Karenanya, sebagai orangtua, kita harus memahami  apa yang ingin disampaikan si bayi lewat tangisannya. Ya, tangisannya. Karena  jika Anda jeli mendengar, ternyata tangisan bayi memiliki arti tersendiri.  Menurut George ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">&#8220;Dari sejak ia lahir, bayi Anda  berusaha berkomunikasi dengan Anda. Ia akan secara konstan berusaha menyampaikan  kebutuhannya,&#8221; terang George Herman, ahli hipnoterapi dari Mind Clinic, pada  talkshow Memahami Baby Talk di RSIA Bunda beberapa waktu lalu. Pada usia 0-3  bulan hidupnya, kecerdasan bayi belum sepenuhnya terbentuk, karena itu ia tak  bisa menyampaikan keinginannya. Karenanya, sebagai orangtua, kita harus memahami  apa yang ingin disampaikan si bayi lewat tangisannya. Ya, tangisannya. Karena  jika Anda jeli mendengar, ternyata tangisan bayi memiliki arti tersendiri.  Menurut George Herman, bayi ingin menyampaikan kebutuhannya kepada siapa pun  lewat tangisan. Pada talkshow itu, George Herman membagikan informasi mengenai  Baby Talk, yang ditemukan oleh seorang wanita bernama Priscilla Dunstan.  Priscilla memiliki kepandaian lebih dalam hal pendengaran. Ia memiliki kepekaan  untuk mendengar suara. Ketika ia mendengar anaknya, Tomas menangis, makin hari  ia pun mengenali adanya perbedaan akan kebutuhan si kecil. Dari sana ia  mempelajari arti dari tangisan-tangisan bayi.</p>
<p></span></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;">Dalam situsnya, Dunstanbaby.com,  Priscilla mengatakan bahwa bayi akan menggunakan suara dan gerak tubuh untuk  mengutarakan kebutuhannya. Suara-suara yang diciptakan bayi tidaklah acak. Bayi  akan menciptakan suara yang muncul karena ia merespon kebutuhan fisiknya. Jika  kebutuhan ini tidak dipenuhi, tangisannya akan makin kencang dan bayi pun akan  makin gusar. George Herman mengatakan, bahwa ada 5 kebutuhan dasar bayi, yakni;  lapar karena ingin minum susu, mengantuk dan ingin tidur, ada gas yang ingin  dikeluarkan lewat sendawa, dan perut bagian bawahnya sakit karena ingin keluar  gas atau buang air.</p>
<p>Berdasarkan kebutuhan itu, si bayi secara refleks  akan mengeluarkan suara lewat mulutnya. Untuk mengenali suara-suara tersebut  dibutuhkan kejelian dari orangtua untuk mengerti dan mendengarkannya. Berikut  apa yang dikatakan Priscilla Dunstan mengenai hasil tangisan si anak:</p>
<p>-  Neh; ada suara &#8220;nnn&#8221; di depan tangisan si bayi. Ini artinya si bayi lapar dan  ingin minum susu.</p>
<p>- Heh; ada suara &#8220;hhh&#8221; di depan tangisannya, yang  berarti ada rasa tidak nyaman di tubuhnya. Entah itu karena popoknya basah,  tubuhnya merasa kepanasan, atau merasa kedinginan.</p>
<p>- Eh; tak ada &#8220;N&#8221;  atau &#8220;H&#8221; di depannya, artinya lambungnya sakit/sesak, minta badannya ditegakkan  agar bisa bersendawa dan mengeluarkan gas dari lambungnya.</p>
<p>- Eairh; ada  huruf &#8220;R&#8221; di tengahnya, artinya di bagian perutnya ada rasa tidak nyaman. Ia  sedang mengejan, karena mau buang air besar, atau ingin mengeluarkan angin dari  perutnya.</p>
<p>- Aaw/owh; ada bentuk membulat di mulutnya dan cenderung  membuka mulut. Artinya, ia mengantuk dan ingin dibuat nyaman seperti saat ia  akan dibawa tidur.</p>
<p>Menurut Priscilla, bahasa ini merupakan bahasa  universal, untuk seluruh bayi di dunia. Karena bahasa ini terucap berdasarkan  refleks bayi akan kebutuhan tubuhnya. Jika Anda ingin mengenali lebih jelas  suara-suara bayi tersebut, Anda bisa mencari bukunya di toko-toko buku, atau  melihat dan mendengarnya lewat  internet.</p>
<p></span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fkenali-arti-tangisan-bayi%2F&amp;linkname=Kenali%20Arti%20Tangisan%20Bayi"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/kenali-arti-tangisan-bayi/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1195/0/kk-20100406-kenali-arti-tangisan-bayi.mp3" length="1" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>"Dari sejak ia lahir, bayi Anda  berusaha berkomunikasi dengan Anda. Ia akan secara konstan berusaha menyampaikan  kebutuhannya," terang George Herman, ahli hipnoterapi dari ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>"Dari sejak ia lahir, bayi Anda  berusaha berkomunikasi dengan Anda. Ia akan secara konstan berusaha menyampaikan  kebutuhannya," terang George Herman, ahli hipnoterapi dari Mind Clinic, pada  talkshow Memahami Baby Talk di RSIA Bunda beberapa waktu lalu. Pada usia 0-3  bulan hidupnya, kecerdasan bayi belum sepenuhnya terbentuk, karena itu ia tak  bisa menyampaikan keinginannya. Karenanya, sebagai orangtua, kita harus memahami  apa yang ingin disampaikan si bayi lewat tangisannya. Ya, tangisannya. Karena  jika Anda jeli mendengar, ternyata tangisan bayi memiliki arti tersendiri.  Menurut George Herman, bayi ingin menyampaikan kebutuhannya kepada siapa pun  lewat tangisan. Pada talkshow itu, George Herman membagikan informasi mengenai  Baby Talk, yang ditemukan oleh seorang wanita bernama Priscilla Dunstan.  Priscilla memiliki kepandaian lebih dalam hal pendengaran. Ia memiliki kepekaan  untuk mendengar suara. Ketika ia mendengar anaknya, Tomas menangis, makin hari  ia pun mengenali adanya perbedaan akan kebutuhan si kecil. Dari sana ia  mempelajari arti dari tangisan-tangisan bayi.


Dalam situsnya, Dunstanbaby.com,  Priscilla mengatakan bahwa bayi akan menggunakan suara dan gerak tubuh untuk  mengutarakan kebutuhannya. Suara-suara yang diciptakan bayi tidaklah acak. Bayi  akan menciptakan suara yang muncul karena ia merespon kebutuhan fisiknya. Jika  kebutuhan ini tidak dipenuhi, tangisannya akan makin kencang dan bayi pun akan  makin gusar. George Herman mengatakan, bahwa ada 5 kebutuhan dasar bayi, yakni;  lapar karena ingin minum susu, mengantuk dan ingin tidur, ada gas yang ingin  dikeluarkan lewat sendawa, dan perut bagian bawahnya sakit karena ingin keluar  gas atau buang air.

Berdasarkan kebutuhan itu, si bayi secara refleks  akan mengeluarkan suara lewat mulutnya. Untuk mengenali suara-suara tersebut  dibutuhkan kejelian dari orangtua untuk mengerti dan mendengarkannya. Berikut  apa yang dikatakan Priscilla Dunstan mengenai hasil tangisan si anak:

-  Neh; ada suara "nnn" di depan tangisan si bayi. Ini artinya si bayi lapar dan  ingin minum susu.

- Heh; ada suara "hhh" di depan tangisannya, yang  berarti ada rasa tidak nyaman di tubuhnya. Entah itu karena popoknya basah,  tubuhnya merasa kepanasan, atau merasa kedinginan.

- Eh; tak ada "N"  atau "H" di depannya, artinya lambungnya sakit/sesak, minta badannya ditegakkan  agar bisa bersendawa dan mengeluarkan gas dari lambungnya.

- Eairh; ada  huruf "R" di tengahnya, artinya di bagian perutnya ada rasa tidak nyaman. Ia  sedang mengejan, karena mau buang air besar, atau ingin mengeluarkan angin dari  perutnya.

- Aaw/owh; ada bentuk membulat di mulutnya dan cenderung  membuka mulut. Artinya, ia mengantuk dan ingin dibuat nyaman seperti saat ia  akan dibawa tidur.

Menurut Priscilla, bahasa ini merupakan bahasa  universal, untuk seluruh bayi di dunia. Karena bahasa ini terucap berdasarkan  refleks bayi akan kebutuhan tubuhnya. Jika Anda ingin mengenali lebih jelas  suara-suara bayi tersebut, Anda bisa mencari bukunya di toko-toko buku, atau  melihat dan mendengarnya lewat  internet.






</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
		<item>
		<title>Waktu Ideal Untuk Hamil Lagi</title>
		<link>http://www.antaresfm.com/2010/04/waktu-ideal-untuk-hamil-lagi/</link>
		<comments>http://www.antaresfm.com/2010/04/waktu-ideal-untuk-hamil-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 03:46:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chaladie</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pendidikan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[Variety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.antaresfm.com/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[








Kebahagiaan yang meluap saat  menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua  memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya  11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya. Penelitian menunjukkan, interval  kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi  lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan  yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan. &#8220;Jarak yang ideal antar  kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi,&#8221; kata Dr.Sorina  Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="90%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<table border="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: medium;"><br />
Kebahagiaan yang meluap saat  menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua  memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya  11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya. Penelitian menunjukkan, interval  kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi  lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan  yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan. &#8220;Jarak yang ideal antar  kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi,&#8221; kata Dr.Sorina  Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, dari Shaare Zedek Medical  Center.</p>
<p>Dalam laporan studinya yang dimuat dalam jurnal Contraception,  ia merekomendasikan waktu 11 bulan bagi para ibu yang ingin mengandung lagi  pasca kelahiran anak pertama. Menurut para ahli jarak antar kehamilan yang  terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis,  ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan dan stres fisik. Hal ini akan  memengaruhi kesehatan janin dan ibu hamil.</p>
<p>Dalam tinjauan data yang  dilakukan Grisaru dan timnya terhadap 440.838 bayi yang lahir dari ibu yang  sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bahwa risiko bayi lahir prematur  meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi 6 bulan pasca  melahirkan. Sementara itu risiko mengalami bayi lahir dengan berat rendah  meningkat 15 persen. Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga membuat ibu tidak  bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Selain itu, memiliki dua anak  dalam rentang waktu yang pendek membuat orangtua lebih repot di tahun-tahun awal  kehidupan anak.</span></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Fwww.antaresfm.com%2F2010%2F04%2Fwaktu-ideal-untuk-hamil-lagi%2F&amp;linkname=Waktu%20Ideal%20Untuk%20Hamil%20Lagi"><img src="http://www.antaresfm.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.antaresfm.com/2010/04/waktu-ideal-untuk-hamil-lagi/feed/</wfw:commentRss>
			<enclosure url="http://www.antaresfm.com/podpress_trac/feed/1189/0/kk-20100406-waktu-ideal-untuk-hamil-lagi.mp3" length="2496888" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>00:01:01</itunes:duration>
		<itunes:subtitle>Kebahagiaan yang meluap saat  menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua  memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal ...</itunes:subtitle>
		<itunes:summary>Kebahagiaan yang meluap saat  menimang buah hati yang baru dilahirkan sebaiknya tak lantas membuat orangtua  memutuskan untuk segera hamil lagi. Sebaiknya tunda minimal enam bulan, idealnya  11 bulan sebelum mengandung anak berikutnya. Penelitian menunjukkan, interval  kehamilan yang kurang dari enam bulan meningkatkan risiko kematian janin, bayi  lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat rendah, dibanding dengan perempuan  yang menunda kehamilannya 11 bulan pasca melahirkan. "Jarak yang ideal antar  kehamilan akan membantu kesehatan ibu dan calon bayi," kata Dr.Sorina  Grisaru-Granovsky, direktur meternal-fetal medicine, dari Shaare Zedek Medical  Center.

Dalam laporan studinya yang dimuat dalam jurnal Contraception,  ia merekomendasikan waktu 11 bulan bagi para ibu yang ingin mengandung lagi  pasca kelahiran anak pertama. Menurut para ahli jarak antar kehamilan yang  terlalu rapat membuat cadangan nutrisi dalam tubuh ibu menipis,  ketidakseimbangan hormon setelah melahirkan dan stres fisik. Hal ini akan  memengaruhi kesehatan janin dan ibu hamil.

Dalam tinjauan data yang  dilakukan Grisaru dan timnya terhadap 440.838 bayi yang lahir dari ibu yang  sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bahwa risiko bayi lahir prematur  meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi 6 bulan pasca  melahirkan. Sementara itu risiko mengalami bayi lahir dengan berat rendah  meningkat 15 persen. Jarak kehamilan yang terlalu dekat juga membuat ibu tidak  bisa memberikan ASI secara optimal kepada bayi. Selain itu, memiliki dua anak  dalam rentang waktu yang pendek membuat orangtua lebih repot di tahun-tahun awal  kehidupan anak.




</itunes:summary>
		<itunes:keywords>Pendidikan,Keluarga,,Variety</itunes:keywords>
		<itunes:author>suararadio@yahoo.com</itunes:author>
		<itunes:explicit>no</itunes:explicit>
		<itunes:block>No</itunes:block>
	</item>
	</channel>
</rss>
